Udara di Siak Mulai Membaik Usai Diguyur Hujan, Hotspot Nihil

Ahad, 07 Maret 2021 - 22:23 WIB
Foto ilustrasi Hujan (internet)

RIAUMANDIRI.CO,SIAK  - Dua hari terakhir Kabupaten Siak diguyur hujan dengan intensitas sedang. Hal tersebut mengakibatkan titik panas (Hotspot) yang sebelumnya terpantau di beberapa wilayah, sekarang sudah nihil. Tidak itu saja, udara yang selama ini dipenuhi kabut asap tipis dan berbau di beberapa wilayah di Kabupaten Siak juga berangsur-angsur hilang.

Demikian info prakiraan cuaca dan hotspot Kabupaten Siak yang didapat dari Forecaster On Duty Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru Yasir P, melalui sambungan seluler, Minggu (7/3).

Menurut dia, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Siak.

"Kita minta kepada warga masyarakat diseputaran Kabupaten Siak untuk mewaspadai hujan lebat yang disertai petir," ujarnya.

Dijelaskannya lagi, suhu saat ini bekisar 23 hingga 32°C, Kelembaban Udara 60 hingga 98% dan Kecepatan Arah Angin 5 hingga 36 Km/jam. Sedangkan jarak pandang 7 Km.

"Untuk prakiraan tinggi gelombang laut di daerah pesisir atau tepi pantai 0.5 hingga 1.25 M. Ini termasuk rendah," ungkapnya.

Masih kata Ia lagi, untuk titik panas atau Hotspot di Provinsi Riau beberapa hari yang lalu terdeteksi 58 titik, namun hari ini nihil.

"Akibat hujan yang cukup panjang, titik panas di Provinsi Riau terutama Kabupaten Siak menjadi nihil," ujarnya. Smentara, tim gabungan dari BNPB, TNI, POLRI berjibaku memadamkan api di lahan ganbut yang terbakar di beberapa wilayah di Kabupaten Siak.

Sebagai informasi, Kebakaran Hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau sudah mulai terjadi sejak awal Januari tahun ini. Sudah 508 hektare lahan hangus terbakar. Untuk mengantisipasi kebakaran agar tidak meluas, pemerintah Provinsi Riau melakukan beberapa hal, seperti membangun posko siaga darurat karhutla sampai di tingkat Desa dan menyediakan alat berat (ekskavator) yang dapat digunakan warga secara gratis bila ingin membuka lahan.(dol)

Editor: Nandra F Piliang

Tags

Terkini

Terpopuler