Sempat Jadi Sorotan, Begini Upaya Kecamatan Tulang Tekan Kasus Covid-19

Kamis, 28 Januari 2021 - 22:02 WIB
Camat Tualang Zalik Efendi

RIAUMANDIRI.CO, PEKANBARU - Kecamatan Tualang Kabupaten Siak menjadi sorotan kasus Covid-19 sejak munculnya kluster perusahaan di Kelurahan Perawang pada tahun lalu. Seiring waktu, kecamatan ini berhasil menekan tingginya kasus corona.

Dalam Focus Group Discussion 3 M Haluan Riau bertema "Petualangan Tulang di Masa Pandemi Covid-19", Camat Tualang Zalik Efendi mengungkapkan, kasus corona mulai merebak di kawasannya pada Maret 2020 lalu. 

"Kluster pertama setelah Ramadan atau saat lebaran mulai [kasus konfirmasi Covid-19] di Tualang. Disebabkan mungkin masyarakat banyak yang pulang kampung," kata Efendi dalam FGD yang dipandu Pemimpin Redaksi Haluan Riau Doni Rahim via Zoom, Kamis (28/1/2021).

Mencegah meluasnya kasus corona di wilayah itu, pihak kecamatan lantas berkoordinasi dengan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Siak melalui melalui Unsur Pimpinan Kecamatan.

"Tapi karena Kecamatan Tualang penduduknya terpadat di Siak, jadi sangat susah. Kami kerja keras dan akhirnya bisa menanggulangi Covid ini, kami juga kerja sama dengan pihak perusaahaan, karena memang awalnya informasi covid kluster dari karyawan perusahaan yang datang dari luar," tutur dia.

Beberapa upaya yang dilakukan adalah melakukan sosialisasi kepada masyarakat bekerja sama dengan Polsek dan penghulu kampung. Akhirnya dibuat tim khusus untuk mencegah penyebaran Covid-19. 

"Kami sering patroli dengan tim gabungan, tiap hari sampai saat ini. Alhamdulillah di Kecamatan Tualang saat ini jauh dari covid," ujarnya.

Pembicara lainnya Kapolsek Tualang Kompol Faizal Ramzani mengatakan penduduk Kecamatan Tualang terdiri dari beragam suku, budaya, dan agama. Sehingga, ada banyak kegiatan di daerah ini terutama aktivitas ekonomi khususnya di Keluarahan Perawang.

"Tantangan kita pada Juli, Agustus, dan September 2020 angka kasus Covid-19 mencapai 400 persen di Kecamatan Tualang," kata dia. 

Dia mengatakan, pihaknya selalu berkoordinasi dengan Upika dan Gugus Tugas Kabupaten untuk mengatasi masalah covid di wilayah itu.

"Gubernur, Kapolda dan Danrem sempat datang ke wilayah kita ketika berhembus isu kluster perusahaan. Kita cari solusinya, kita razia dan sosialisasi. Kita gelar operasi yustisi siang dan malam," sebutnya.

"Kita juga berkoordinasi dengan PT Indah Kiat terkait isu yang merebak, kita komunikasi intens langkah konkret apa yang harus dilakukan," sambungnya.

Selain itu, lanjut dia, bersama unsur lainnya di kecamatan itu, dibuat grup WhatsApp darurat covid yang terdiri dari pimpinan peruashaan, upika, tokoh masyarakat, tokoh agama, kepala puskesmas, dll.

"Jadi kalau ada hal-hal yang perlu kita diskusikan dan tangani kita bisa langsung update langkah-langkah apa yang bisa kita lakukan untuk mencari solusi terkait kasus covid," jelasnya. 

Dua bulan ini, kata dia, kasu Covid-19 di Tualang sudah jauh menurun berkat kesadaran msayarakat menerapkan protokol kesehatan. 

"Apabila ada satu wilayah yang terkonfirmsi positif, kita langsung isolasi wilayah itu," tegasnya. 

Sementara itu, Humas PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) Armadi mengatakan, sejak kasus Covid-19 mulai merebak di Indonesia pada Februari pihaknya langsung membuat SOP terkait penanganan dan alur masuk karyawan di perusahaan yang beropasi di Perawang itu. 

"Kita jalankan prokes sangat ketat di pabrik bagi karyawan. Kita memastikan karyawan kita tidak keluar dari Kecamatan Tualang, kita sudah memblok tidak ada lagi stakeholder atau karyawan masuk di pabrik sejak Februari. Kalau ada hal yang urgen dan tak bisa dihindari kita beri ruang yang ketat mulai dari swab, prokes dan sebagainya," terangnya. 

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga intens melakukan pertemuan dengan upika dan pemerintah daerah terkait pencegahan covid di wilayah itu.

"Jadi kita memang bertualang untuk mencari alternatif-alternatif yang paling efektif untuk pencegahan covid, mulai dari memprodukisi khusus disiinfektan sampai isolasi karyawan atau masyarakat di Siak," jelasnya.



 

Editor: Nandra F Piliang

Tags

Terkini

Terpopuler