Corona Belum Usai, Masyarakat Juga Diminta Waspada DBD

Selasa, 29 Desember 2020 - 15:43 WIB
Ilustrasi (Istimewa)

RIAUMANDIRI.CO, PEKANBARU – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru mengingatkan warga untuk mewaspadai penyakit Demam Berdarah Dangue (DBD) yang kekinian sudah menjangkit 494 warga Pekanbaru.

Hal itu diutarakan oleh Anggap DPRD Kota Pekanbaru Muhammad Sabarudi, Senin (28/12/2020). Politisi PKS ini juga mengaku prihatin atas kondisi tersebut karena penyakit DBD ini sudah menjangkiti 12 kecamatan yang ada di Pekanbaru.

"Dinas Kesehatan harus segera turun tangan untuk antisipasi ini, apalagi belakangan ini Pekanbaru selalu turun hujan. Tentu jika dibiarkan maka akan semakin banyak masyarakat yang terserang DBD," kata Sabarudi.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga meminta ketegasan dari Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru agar hal ini seyogyanya bisa diantisipasi sejauh hari. "Kita sama-sama tau bahwa DBD ini cepat berkembang, terlebih ketika memasuki musim penghujan. Dinas Kesehatan harus segera melakukan penyemprotan dan juga cara-cara lainnya untuk mengantisipasi tidak berkembangnya jentik-jentik nyamuk aedes aegypti," jelasnya.

Ia tak menampik bahwa hal tersebut tidak dapat dikerjakan oleh pemerintah sendiri, dari itu ia menghimbau agar masyarakat peduli akan  lingkungan, yaitu dengan cara bergotong royong untuk membersihkan lingkungannya sekitar.

"Gotong royong ini jiwanya masyarakat Indonesia, dan ini harus dikembalikan lagi. Mari sama-sama kita bersihkan lingkungan kita agar tidak adalagi masyarakat yang terjangkit DBD," pungkasnya.

Diketahui, dari 494 kasus DBD ini tersebar di 12 Kecamatan di Pekanbaru. Diantaranya Kecamatan Sukajadi 19 kasus, Kecamatan Senapelan 21 kasus, Kecamatan Pekanbaru Kota 7 kasus, Kecamatan Rumbai Pesisir 26 kasus.

Lalu Kecamatan Rumbai 30 kasus, Kecamatan Limapuluh 37 kasus, Kecamatan Sail 7 kasus, Kecamatan Bukit Raya 54 kasus, Kecamatan Marpoyan Damai 70 kasus.

Kemudian, Kecamatan Tenayan Raya 86 kasus, Tampan 80 kasus, dan Payung Sekaki 57 kasus, sehingga total 494 Kasus.

Editor: Nandra F Piliang

Tags

Terkini

Terpopuler