Ketua MPR Minta Pemerintah Pastikan Vaksin dari China Aman Digunakan

Senin, 07 Desember 2020 - 17:27 WIB
Vaksin Covid-19 siap suntik produksi Sinovac China (Istimewa)

RIAUMANDIRI.ID, JAKARTA - Pemerintah telah mendatangkan 1,2 juta vaksin Covid-19 siap suntik produksi Sinovac China. Vaksin tersebut telah tiba di Indonesia pada 6 Desember 2020 melalui Bandara Soekarno-Hatta.

Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta pemerintah untuk memastikan vaksin Covid-19 yang didatangkan dari China tersebut sudah memenuhi standar kesehatan dan aman digunakan bagi masyarakat.

"Saya minta pemerintah dalam hal ini Kemenkes dan Badan Pengawas Obat dan Makanan untuk memeriksa keamanan vaksin tersebut, sehingga nantinya aman diberikan kepada masyarakat," kata Bamsoet, begitu dia akrab disapa dalam pernyataanya, Senin (7/12/2020).

Selain itu kata Bamsoet, pemerintah perlu mengedukasi masyarakat tentang vaksin tersebut, baik melalui sosialisasi langsung ataupun melalui media cetak, media online, media sosial, maupun media siar, sehingga masyarakat dapat memahami dampak positif maupun efek samping ringan dari pemberian vaksin tersebut.

Pemerintah diminta Bamsoet segera memetakan perencanaan pemberian vaksinasi kepada masyarakat dan menyampaikan sosialisasi, baik melalui media siar dan media sosial.

"Dengan demikian, masyarakat mendapat kepastian dan tidak bingung apakah dirinya akan mendapatkan vaksin atau tidak. Karena pemberian vaksin dengan jumlah dosis yang terbatas ini harus diberikan kepada kelompok masyarakat prioritas terlebih dahulu," jelasnya.

Terkait biaya yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan vaksin, Bamsoet berharap agar vaksin dapat diberikan secara gratis bagi seluruh masyarakat Indonesia, karena vaksin tersebut diperuntukkan sebagai salah satu cara untuk memutus mata rantai pandemi Covid-19.

Meski vaksin sudah ada, Bamsoet juga menimbau masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan memakai masker) secara disiplin karena vaksin bukan untuk mengobati sepenuhnya dari Covid-19, melainkan untuk mencegah diri terpapar oleh virus corona.


Reporter: Syafril Amir

Editor: Nandra F Piliang

Tags

Terkini

Terpopuler