Pemkab Latih 10.000 Masyarakat Tingkatkan Perekonomian

Jumat, 10 April 2015 - 10:38 WIB
Bupati Kampar, Jefry Noer, bersama petinggi Polda Riau dan petinggi sejumlah perusahaan perbankan di Riau, memanen bawang merah di kawaan P4S Karya Nyata, Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Rabu (8/4).

SIAK HULU (HR)-Pemerintah Kabupaten Kampar telah melatih 10.000 orang untuk menjadi petani, peternak dan pemelihara ikan yang handal dan mampu meningkatkan perekonomian keluarga.

"Selama tiga tahun terakhir, sudah ada 8.000 orang, tahun ini akan ada 2.000 orang lagi," kata Bupati Kampar, Jefry Noer, Kamis (9/4). Jefry menjelaskan, seluruh alumni pelatihan yang terintegrasi di kawasan Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Karya Nyata, Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, diwajibkan mencari 10 orang lainnya di daerah asal mereka dan mendidiknya untuk menjadi petani dan peternak yang handal.

Dengan demikian, lanjutnya, akan ada 100.000 hingga 150.000 keluarga yang terbebaskan dari kemiskinan hingga memiliki rumah yang bagus, tidak lagi kumuh. Bupati mengatakan, target tersebut harus tercapai hingga akhir kepemimpinannya tahun 2016 mendatang.

 "Ini adalah wujud terimakasih saya kepada masyarakat yang selama ini memberikan dukungan dan kecintaan tulus kepada saya," kata Jefry.

Ia mengatakan, kesejahteraan masyarakat harus merata, bahkan warga pedesaan harus mampu bangkit dan menjadi orang yang kaya raya tanpa harus merantau ke kota. "Cukup tinggal di desa, menjadi petani dan peternak. Karena pekerjaan ini sangat menjanjikan dan membuat warga di pedesaan kaya raya," katanya.

Sejak beberapa tahun terakhir, Pemkab Kampar telah menjalankan berbagai program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah itu.

 Mulai dari menjahit, peternak ikan, sapi dan pertanian, semuanya terintegrasi di satu kawasan P4S Karya Nyata.

Terakhir, Pemkab Kampar menjalankan Program Desa dan Rumah Tangga Mandiri Pangan Energi. Program tersebut merupakan program terbaru Pemkab Kampar yang masuk dalam 3 Zero plus target swasembada pangan dan energi.

Program ini mengedepankan pemanfaatan lahan sempit untuk menghasilkan berbagai kebutuhan rumah tangga yang lebih dari cukup.

 Di atas lahan 1.000 meter persegi itu, nantinya setiap rumah tangga dapat memelihara empat ekor Sapi Brahmana, namun bila yang dipelihara Sapi Bali, maka jumlahnya bisa enam ekor. Untuk lahan seluas 1.500 meter persegi, maka akan bisa lebih banyak lagi.

Kemudian, dibangun pula lokasi untuk pemeliharaan ayam petelor dengan hasil lebih kurang 50 butir telor per hari. Selanjutnya juga ada kolam untuk perikanan.

Sementara untuk tanaman, rumah tangga mandiri dapat menanam berbagai jenis sayuran yang menjadi kebutuhan pokok, mulai dari bawang, jamur, cabai, dan lainnya.

Jefry Noer mengatakan, melalui program ini masyarakat benar-benar akan sejahtera jika serius melaksanakannya.

 Karena hasilnya tidak main-main, bisa membuat masyarakat yang tadinya miskin menjadi jutawan dan tidak kebingungan untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.(adv/humas)

Editor:

Terkini

Terpopuler