Ilmuwan Turki Berhasil Ciptakan Masker Pembunuh Virus

Sabtu, 30 Mei 2020 - 22:00 WIB

RIAUMANDIRI.ID, AKSARAY - Ilmuwan Turki menciptakan masker yang bisa mencegah keluar dan masuknya virus ke dalam tubuh. Masker yang dirancang oleh para akademisi Universitas Aksaray itu menggunakan sinar ultraviolet dan medan listrik untuk menangkal mikroorganisme atau mikroba.

Dalam wawancara dengan Anadolu Agency, Dr Tarik Yilmaz mengatakan mereka berusaha memanfaatkan waktu dengan materi akademik dan kegiatan penelitian saat tinggal di rumah karena wabah Covid-19.

Dia menjelaskan kekurangan masker selama wabah telah menjadi masalah besar di seluruh dunia. "Di Eropa, beberapa negara melarang penjualan masker ke negara lain. Masalah ini bahkan akan berubah menjadi perang yang serius,” ujar Yilmaz.

Dia melihat masalah tersebut sebagai sebuah peluang untuk menciptakan masker sendiri. Pada tahap awal dia mulai memikirkan masker sederhana dengan desain portabel dan mampu membersihkan sendiri.

Setelah memikirkan hal itu, Yilmaz mulai berpikir tentang bagaimana cara membunuh virus-virus. Pada tahap ini, dia berusaha menggunakan teknologi yang ada.

“Kita tahu bahwa sinar ultraviolet membunuh virus sejak awal 1900-an. Kondisi ini merupakan ide cemerlang bagi kami,” ujar Yilmaz.

Yilmaz mengatakan pihaknya butuh waktu untuk merancang ultraviolet di dalam masker untuk membunuh virus. “Dengan membuat medan listrik, kami telah memastikan waktu yang diperlukan untuk membunuh virus. Jadi kami menghasilkan masker yang dapat membunuh virus dengan ultraviolet," lanjut dia.

Yilmaz menekankan bahwa mereka menemukan virus dan bakteri dengan muatan tertentu dapat ditangkap di medan listrik. "Kami menggunakan perak di medan listrik ini. Karena perak memiliki kemampuan untuk membunuh mikroba. Dengan menggabungkan kondisi seperti ini, kami mengembangkan filter baru.”

“Dengan itu, kami memproduksi masker listrik dan berfilter untuk dapat digunakan pasien dan membunuh virus yang dapat masuk ke tubuh manusia melalui pernapasan," ucap dia.

"Kami sudah mengajukan hak paten untuk proyek kami"

Akademisi jurusan Teknik Elektro Dr. Emre Arslan mengungkapkan mereka telah mengerjakan proyek ini selama sekitar dua bulan dan pihaknya juga meneliti apa yang telah dilakukan ilmuwan di dunia tentang masalah ini. Setelah mengamati semua karya ilmiah, Arslan menuturkan pihaknya menyatukan sisi baik dari berbagai proyek pembuatan masker elektronik.

"Kami membuat bagian yang dapat membersihkan masker dengan ultraviolet, menangkap atau menjebak virus dengan medan listrik. Dalam hal ini, kami telah menangkap virus dan melenyapkannya,” sebut Arslan.

Berita Terkait
Positif Covid-19 dari Klaster Pasar Cileungsi Bertambah Tiga
Sanofi Setop Rekrut Pasien Uji Coba Hidroksiklorokuin
6 Syarat Pemberlakuan New Normal dari WHO, Indonesia Siap?

Arslan mengatakan masker tersebut dapat berfungsi menggunakan energi dari powerbank selama 12 jam. “Kami mengajukan hak paten untuk proyek kami. Kami berharap permohonan kami ini selesai dalam waktu singkat," tukas dia.

 

Editor: Rico Mardianto

Terkini

Terpopuler