69 WNI ABK Kapal Pesiar Diamond Princess Tiba di Pelabuhan Indramayu

Senin, 02 Maret 2020 - 04:48 WIB
69 WNI ABK Kapal Pesiar Diamond Princess Tiba di Pelabuhan Indramayu

RIAUMANDIRI.ID, JAKARTA – Sebanyak 69 WNI yang menjadi ABK di kapal pesiar Diamond Princess yang dikarantina Jepang di perairan Yokohama, tiba di Pelabuhan PLTU Sumuradem, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Rombongan dikawal ketat petugas dari TNI dan Polri.

Dilansir dari Antara, 69 WNI ABK Diamond Princess tiba di pelabuhan Sumuradem, Indramayu pada Senin (2/3/2020) sekitar pukul 02.24 WIB. Rombongan terdiri atas lima bus dari RSPAD dan satu truk boks yang membawa 69 ABK beserta petugas kesehatan dan keamanan.

Begitu tiba, rombongan itu langsung masuk ke area pelabuhan. Selanjutnya, 69 ABK beserta petugas langsung menuju ke Pulau Sebaru Kecil menggunakan KRI dr Soeharso.

Sebelumnya, 69 WNI ABK Diamond Princess tiba di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka pada Minggu (1/3) sekitar pukul 23.00 WIB. Mereka lalu melanjutkan perjalanan ke pelabuhan Sumuradem, Indramayu untuk selanjutnya menumpang KRI dr Soeharso menuju lokasi observasi di Pulau Sebaru.

Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, dr Achmad Yurianto, sebelumnya mengatakan begitu tiba di pelabuhan Indramayu, para WNI ABK Diamond Princess akan disemprotkan cairan desinfektan. Setelah itu, mereka akan diperiksa kesehatannya serta diambil sampel darahnya di KRI dr Soeharso sebelum melanjutkan perjalanan ke Pulau Sebaru.

"Sampai di Indramayu, di pelabuhannya PLTU Indramayu, kemudian setelah turun baru mereka kita desinfektan, kemudian masuk ke kapal (KRI) Soeharso," jelas Yuri.

"Di kapal Soeharso langsung dilakukan pemeriksaan kesehatan seluruhnya, termasuk pengambilan sampel untuk pemeriksaan virusnya. Setelah semua pemeriksaan selesai, mereka langsung melanjutkan perjalanan kapalnya berlayar menuju ke (Pulau) Sebaru," imbuhnya.

 Diamond Princess merupakan kapal pesiar mewah yang dikarantina Jepang di perairan Yokohama karena wabah corona yang menyebar di kapal itu.

Editor: Nandra F Piliang

Tags

Terkini

Terpopuler