Sidak Komisi III DPRD Inhu Temukan Limbah CPO PT BBF Kuala Cenaku Bocor

Jumat, 31 Januari 2020 - 09:50 WIB
Ketua Komisi III DPRD Inhu, M Taufiq menunjuk limbah PT BBF yang berserakan ke kanal sekitar perusahaan

RIAUMANDIRI.ID, RENGAT - Inspeksi mendadak (Sidak) Komisi III DPRD Kabupaten Indragiri Hulu bersama dengan pihak Kecamatan Kuala Cenaku, temukan limbah cruide palm oil (CPO) berceceran di sekitar perkarangan PT Bayas Biofule (BBF) yang beroperasi di Kecamatan Kuala Cenaku.

Anak perusahaan PT Darmexs Grup itu tidak berkutik saat lima orang anggota Komisi III DPRD Inhu melakukan sidak dan menemukan limbah minyak hasil olahan PT BBF tersebut berceceran.

“Limbahnya parah, berceceran di sekitaran lokasi perusahaan,” kata Ketua Komisi III Taufik Hendri, di lokasi perusahaan, Rabu (28/1/2020) seperti dilansir dari haluanriau.co –jaringan Haluan Media Group–.

Bahkan menurut politisi PAN itu, limbah sudah mengapung di sekitar kanal yang berada di pinggiran kawasan perusahaan. Kanal itu mengalir ke sungai Indragiri.

“Sayangnya kita ke lokasi tidak menemukan jawaban dari menejemen perusahaan. Untuk itu kita agendakan hearing,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Camat Kuala Cenaku, Muhammad Arif juga menyayangkan sikap dari PT BBF lantaran perusahaan dinilai tidak ramah lingkungan. ”Di sini yang korban masyarakat tempataan, bahkan baunya itu juga menyengat,” ungkap Camat.

Menurut Camat, akibat adanya limbah yang mengalir ke sungai warga, tidak satupun dari pihak perusahaan yang melakukan pembersihan di lokasi tersebut.

Terpisah saat dikonfirmasi Humas PT BFF, Joko, tidak menampik bahwa limbah tadi memanglah dari perusahaan.

“Akibat salah satu tangki penampungan bocor. Namun kini sudah dibuatkan tangki khusus,” singkat Joko.

Sebagai informasi PT BBF sendiri beroperasi sebagai penampung minyak CPO dari berbagai kecamatan di Kabupaten Inhu, dan kabupaten tetangga. Minyak CPO itu selain diolah oleh perusahaan mereka, juga dikirim ke berbagai provinsi menggunakan kapal tongkang.

Editor: Nandra F Piliang

Tags

Terkini

Terpopuler