Syamsuar ke Kepala Daerah: Presiden Jokowi Tak Suka Kerja Monoton

Jumat, 15 November 2019 - 21:20 WIB
Gubernur Riau Syamsuar

RIAUMANDIRI.ID, PEKANBARU - Gubernur Riau Syamsuar menyampaikan arahan dari Presiden Joko Widodo kepada kepala daerah saat penyerahan bantuan keuangan khusus Pemprov Riau kepada desa dan kecamatan, di Hotel Labersa, Siak Hulu, Kampar, Jumat (15/11/2019).

Di hadapan bupati/wali kota, camat dan kepala desa se-Riau, Syamsuar mengatakan Presiden Jokowi meminta semua jajaran pemerintahan untuk kerja keras, kerja cepat, dan kerja produktif.

"Ini tiga poin harus menjadi acuan kita semua. Karena itu juga baik di provinsi, kabupaten, sampai ke tingkat desa kita harus kerja keras, kerja cepat, sekaligus juga kerja produktif," kata Syamsuar.

Menurut dia, arahan tersebut disampaikan Presiden Jokowi saat penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2020 yang dihadiri gubernur se-Indonesia pada Kamis (14/11/2019) kemarin di Istana Negara, Jakarta.

Syamsuar melanjutkan, kalau negeri ini ingin maju, maka harus mengubah paradigma lama, yakni pola kerja yang serba monoton.

"Tak kan maju Riau ini kalau masih kerja seperti dulu. Bapak Presiden kita tak suka kerja menonton, apa kerja yang terdahulu, masih macam begitu juga sampai sekarang. Budaya kerja monoton itu sudah tak laku lagi zaman sekarang," terang Syamsuar disambut tepuk tangan para kepala daerah.

Dengan kerja keras, kerja cepat, dan kerja produktif, kata Syamsuar, maka akan meningkatkan produktivitas serta memberikan hasil nyata. Untuk itu, Syamsuar menegaskan tak boleh lagi instansi pemerintahan membuat kegiatan yang tak ada manfaatnya bagi masyarakat.

"Kalau Bapak Ibu buat kegiatan apa manfaatnya bagi masyarakat, kalau tidak ada manfaat lebih baik tidak ada kegiatan. Lebih bagus anggarannya kita gunakan buat jalan di desa daripada buat kegaitan yang tak bermanfaat," kata dia.

Tak hanya itu, mantan bupati Siak ini juga meminta kepala daerah untuk lebih kreatif dan inovatif dalam bekerja, dan menjauhi sistem kerja yang bertele-tele. Sistem kerja cepat ini, terang Syamsuar, sudah diterapkan di kementerian.

"Presiden mengatakan sistem kerja bertele-tele itu ada di tengah-tengah kita. Tak zaman lagi kerja seperti itu, kalau kerja satu menit, lima menit, atau satu jam selesai, tak perlu tunggu besok, itu yang dimaksud Bapak Presiden kerja cepat. Artinya, hal-hal seperti itu menyulitkan orang. Ini harus jadi perhatian kita semua," kata Syamsuar.

Selain itu, hal lainnya yang disampaikan Presiden yaitu terkait peraturan yang dinilai menghambat kelancaran investasi di daerah.

"Kalau ada produk hukum, baik perda, pergub, perbup, perwako, kalau itu mengganggu investasi, maka itu harus diperbaiki, kalau tak seperti itu tak maju-maju Indonesia ini," ucap Syamsaur.


Reporter: Rico Mardianto
 

Editor: Nandra F Piliang

Terkini

Terpopuler