Pemprov Riau Belum Terima Surat Pendaftaran CPNS dari Menpan RB

Senin, 28 Oktober 2019 - 20:11 WIB
Kepala BKD Riau, Ikhwan Ridwan

RIAUMANDIRI.ID, PEKANBARU - Mentri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Tjahjo Kumolo, telah mengeluarkan keputusan untuk penerimaan dan pendaftaran Calon Pegawai Negri Sipil (CPNS). Pendaftaran akan dibuka pada 11 November 2019 mendatang. Namun sayangnya Pemprov Riau belum menerim keputusan dari Menpan RB. 

Dalam isi surat Menpan RB tersebut, disebutkan pelamar hanya bisa mendaftarkan diri di satu instansi dan satu formasi jabatan. Dijelaskan juga ada 68 kementerian/lembaga dan 462 pemerintah daerah/kota yang membuka penerimaan CPNS tahun ini.

Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) menggunakan Computer Assisted Test (CAT) direncanakan dimulai bulan Februari 2020 dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) pada bulan Maret 2020. 

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau, Ikhwan Ridwan mengatakan, Pemprov Riau menunggu jadwal susulan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 dari Pemerintah Pusat. Dimana sebelumnya direncanakan akan diumumkan 25 Oktober, namun batal.

"Belum ada petunjuk dari pusat untuk daerah, nanti kami infokan. Kemarin memang sempat ditunda. Tapi kita belum dapat instruksi pusat kapan pengumuman CPNS dilakukan," kata Ikhwan Ridwan, Senin (28/10/2019). 

Disinggung apa alasan pengumuman CPNS ditunda, Ikhwan tidak mengetahui secara pasti apa yang jadi kendala sehingga ditunda. Namun ia menduga belum diumumkan CPNS 2019 karena alasan Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) belum keluar.

"Mungkin panitia seleksi CPNS yang lama perlu melaporkan ke Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) yang baru. Tapi kita tak tahu hal krusialnya apa. Bisa jadi karena nunggu SK PPPK keluar dulu, baru nanti dibuka CPNS 2019. Makanya tahun ini tak dibuka PPPK," jelasnya.

Sebagaimana diberitakan, penerimaan CPNS 2019 Pemprov Riau mendapat kuota 279 formasi untuk tiga bidang, yakni teknisi 87 orang, kesehatan 22 orang dan pendidikan 279 orang.


Reporter: Nurmadi
 

Editor: Rico Mardianto

Terkini

Terpopuler