130 Tentara Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

Rabu, 25 Maret 2015 - 09:21 WIB
tentara ikuti penyuluhan narkoba

BANGKINANG (HR)-Sebanyak 130 prajurit TNI dari Kodim 0313/KPR, mengikuti penyuluhan bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, di aula Makodim 0313/KPR, Selasa (24/3).

Penyuluhan digelar oleh Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kampar bekerjasama dengan Kodim 0313/KPR. Penyuluhan ini dibuka secara resmi oleh Kasdim 0313/KPR mewakili Dandim 0313/KPR, Letkol Inf Asep Dedi Darmadi. Sebagai pemateri disampaikan oleh Kepala BNK Kampar, H Djanuarel.

Pada kesempatan tersebut, Kepala BNK Kampar, H Djanuarel, menyampaikan bagaimana posisi atau cara pandang seorang prajurit terhadap narkoba. Ada dua cara pandang atau posisi prajurit terhadap narkoba.

Disampaikannya, posisi pertama, seorang prajurit atau masyarakat luas berada pada posisi calon korban narkoba, atau anak, kemenakan yang akan menjadi calon korban, karena sewaktu-sewaktu bisa saja menjadi korban atau anak mereka menjadi korban.

Posisi kedua, kata Djanuarel, TNI sebagai aparat, yang oleh masyarakat dipandang sebagai panutan atau contoh di lingkungan mereka bertugas. Apabila ada oknum aparat memakai, maka masyarakat di sekitarnya akan merasa terlindungi bila memakai narkoba dan aparat penegak hukum yang lain akan takut menindak mereka.

"Karena kita sebagai calon korban, maka kita harus aktif membentengi diri agar tidak jadi korban. Kemudian karena kita panutan bagi masyarakat kita harus mampu memberikan contoh yang baik, hindari jauh-jauh narkoba dan tunjukkan akhlak yang baik," ujar Djanuarel di depan lebih seratus orang anggota TNI.

Kemudian ditambahkan Djanuarel bahwa anak-anak muda yang terlanjur jadi korban narkoba memang bersalah, tapi sebelum mereka bersalah, banyak pihak yang bersalah. Orang tua harus mampu membimbing mereka dengan efektif.

"Kesalahan anak muda diawali kesalahan orang tua, karena bisa saja mereka menjadi korban narkoba karena kelalaian orang tua, maka  tidak adil kalau kita melampiaskan kesalahan kepada mereka semata apalagi sampai membenci atau mengucilkan mereka," ujar Djanuarel.(oni)

 

Editor:

Terkini

Terpopuler