Warga Berharap Pemkab Bantu Pembangunan Musala

Selasa, 24 Maret 2015 - 09:11 WIB
Warga Desa Pulau Gadang, Kecamatan XIII Koto Kampar, menggelar gotong royong serentak, untuk menyelesaikan pembangunan Musala Nurul Ikhsan, di Dusun II Pulau Gadang, pekan lalu.(haluan riau/akhir yani)

XIII KOTO KAMPAR (HR)-Musalah Nurul Ikhsan, di Dusun II, Desa Pulau Gadang, Kecamatan XIII Koto Kampar, merupakan salah satu tempat yang dijadikan sebagai pusat kegiatan belajar mengaji atau membaca Alquran.

 Saat ini kondisi musalah tidak bisa digunakan karena masih terbengkalai.

Untuk sementara, ratusan murid mengaji terpaksa menumpang di salah satu rumah warga.

 Agar kegiatan belajar membaca Alquran kembali dilaksanakan di musala ini, warga Desa Pulau Gadang berharap Pemkab Kampar membantu pembangunan musala ini.

Kepala Dusun II Koto Panjang, Desa Pulau Gadang, Mursal, Senin (23/3), mengungkapkan, proses pembangunan baru musala ini berjalan lamban, karena terbatasnya dana yang dihimpun dari masyarakat, karena panitia hanya bisa mengandalkan sumbangan dari orang tua/wali murid yang mengaji di musala dan sumbangan dari donatur lainnya.

Mursal menambahkan, masyarakat menaruh harapan yang besar agar musala ini kembali bisa  digunakan menjelang masuknya bulan Ramadhan mendatang, karena musala ini juga dijadikan sebagai tempat Salat Tarawih warga di Dusun II Pulau Gadang.

"Masyarakat sangat berharap Pemkab Kampar nantinya mau membantu pembangunan musala ini agar anak-anak tidak terlalu lama terlantar mengaji.

 Maklum saja, jumlah anak-anak mencapai ratusan. Untung saja ada rumah warga kita yang agar besar berbaik hati mau menampung sementara anak-anak kita mengaji agar kegiatan mengaji tidak terputus," ucap Mursal.

Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Musala, Hasan Basri, menambahkan, kegiatan mengaji di musala ini sudah berlangsung cukup lama, yakni sejak Desa Pulau Gadang menempati lokasi pemindahan baru karena proyek pembangunan PLTA Koto Panjang.

Karena ukuran musala relatif kecil, maka masyarakat berinisiatif memperbesar bangunan musala, karena bangunan sebelumnya tidak lagi bisa menampung pertambahan jumlah murid di musala.(hir)

Editor:

Terkini

Terpopuler