Masyarakat Khawatirkan Kondisi Listrik di Inhu, Ini Alasannya

Ahad, 21 April 2019 - 14:16 WIB
Ilustrasi

RIAUMANDIRI.CO, RENGAT - Hingga kini masyarakat Kabupaten Indragiri Hulu masih memiliki kekhawatiran terhadap kondisi listrik yang sering padam meskipun dalam durasi yang tidak lama. 

Apalagi saat ini dalam tahap penghitungan surat suara pada tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang dimulai hari ini, Ahad (21/4/2019), yang kemungkinan bisa terganggu akibat terjadinya pemadaman listrik.

Selain itu dengan mati hidupnya listrik setiap hari dikhawatirkan juga akan terjadi krosleting arus pendek dan kerusakan pada barang-barang elektronik warga.

Menjawab persoalan tersebut, PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Rengat, turut mengawal jalannya penghitungan suara Pemilu yang mulai dilaksanakan sejumlah PPK.

"Pengawalan yang dimaksud, mengoptimalkan pengamanan suplai kelistrikan di wilayah kerjanya yang terdiri dari Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Indragiri Hilir (Inhil) dan Kuantan Singingi (Kuansing)," ungkap Manajer PLN UP3 Rengat, Erwin Gunawan, Ahad (21/4/2019).

Sebanyak 240 orang personel, kata Erwin, disiagakan untuk mengamankan suplai kelistrikan di tiga daerah tersebut.

Dikatakannya, 240 personel ini terdiri dari tim teknik, tim Keselamatan Ketenagalistrikan dan Keselamatan Kesehatan Kerja dan lingkungan (K3L), manajemen vendor pemeliharaan jaringan dan petugas pelayanan teknik (Yantek) dari 5 Unit Layanan Pelanggan (ULP), yakni ULP Air Molek, ULP Rengat Kota, ULP Taluk Kuantan, ULP Tembilahan dan ULP Kuala Enok.

Guna mengantisipasi terjadinya gangguan listrik, PLN Rengat juga menyiapkan pertugas piket 24 jam dan mesin genset mobil 50 KW di tiga KPUD, Inhu, Inhil dan Kuansing. 

"Kami juga melaksanakan patroli untuk memantau listrik ke seluruh PPK untuk mengawal penghitungan suara," tegasnya.

Ditambahkannya, terkait pada kerusakan elektronik, warga diminta untuk tidak khawatir. "Untuk kerusakan material Insya Allah tidak ada, karena tidak ada masalah dengan tegangan lebih," tambahnya lagi. 

Reporter: Eka BP

Editor: Moralis

Tags

Terkini

Terpopuler