Ini Reaksi Prabowo Soal Yusril Bongkar Chat dengan Habib Rizieq

Rabu, 03 April 2019 - 22:24 WIB
Prabowo Subianto dan Habib Rizieq Shihab.

RIAUMANDIRI.CO, JAKARTA - Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra mengungkap screenshot chat dengan Habib Rizieq Syihab yang meragukan keislaman Prabowo Subianto. Gerindra menyebut sang ketum tak marah dengan langkah Yusril yang kini menjadi pro-Joko Widodo.

"Nggak, Pak prabowo nggak pernah marah sama orang, termasuk ke Pak Yusril. Dia menghargai pendapat semua orang yang berbeda, boleh, kan demokrasi. Setiap orang berhak milih, kita nggak maksa. Kalau Pak Yusril yang dulu ada di Prabowo sekarang ada di Jokowi itu hak Pak Yusril, sekalipun kita tahu banyak pengurus dan grassroot PBB banyak ke 02," ujar juru debat Prabowo-Sandiaga Uno, Ahmad Riza Patria kepada wartawan, Rabu (3/4/2019).

Soal perdebatan antara Yusril dan Habib Rizieq, Prabowo disebut juga tak mau ambil pusing, meski nama eks Danjen Kopassus itu yang disebut-sebut. Riza menyatakan Prabowo tak mempersoalkan mendapat serangan.

"Pak Prabowo tak pernah ngurusin, intervensi pendapat orang tentang dirinya, pribadinya. Yang dipikirkan Prabowo adalah kepentingan bangsa. Dia mau dihina, dihujat, dicela, difitnah, dia nggak pikirin itu. Bagi Prabowo yang penting bagaimana membangun bangsa," tutur Ketua DPP Gerindra itu.

Mengenai Habib Rizieq yang disebut meragukan keislaman Prabowo, Riza tak mau mempersoalkannya. Meski bukan tokoh agama, Prabowo menurutnya sangat peduli dengan umat.

"Soal keislaman Pak Prabowo itu harus diukur dari komitmen dan perjuangannya untuk umat. Pak Prabowo memang bukan santri atau habib, beliau seorang patriot dan nasionalis. Tapi Prabowo mengerti Indonesia masyarakat muslim sehingga sangat profesional dan proporsional. Itu ditujukan dalam kariernya," urai Riza.

"Makanya dulu dianggap tentara hijau karena ada kedekatan dengan ulama termasuk kedekatan dengan Yusril, sudah lama. Juga dengan ulama-ulama yang lain. Banyak juga yang paham dengan agama tapi mohon maaf tidak berjuang untuk negara. Hanya untuk kepentingan organisasi," tambahnya.

Riza lantas mengomentari soal 'perseteruan' Yusril dan Habib Rizieq terkait komunikasi soal capres yang akan dipilih Ijtimak Ulama beberapa waktu lalu. Saat itu PBB cenderung mendukung Prabowo.

"Kan dua-duanya memang ingin mengusung Prabowo kan sejak awal, sebelum ditentukan cawapresnya. Bahwa presidennya Prabowo. Lalu ada Sandi cawapresnya. Dulu orang kaget kenapa (cawapres) tidak dari PKS, PAN atau rekomendasi dari Ijtimak ulama, karena memberi pengaruh positif. Artinya pilihan Prabowo dan koalisi itu betul. Ada suara signifikan karena Sandi," kata Riza.

Sebelumnya, Yusril mengungkap transkrip lengkap percakapan WhatsApp dengan Habib Rizieq yang meragukan keislaman Prabowo. Yusril menegaskan transkrip percakapan itu merupakan bukti bahwa dirinya tak menyebarkan kebohongan.

Yusril mengatakan Habib Rizieq juga menyeret nama Ketum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam percakapan tersebut. Berdasarkan penuturan Yusril, Rizieq menyebut Prabowo terjebak dengan SBY yang tengah berupaya melakukan propaganda melawan politik Islam.

"Perhatikan dalam WA di atas Rizieq yang bilang "PS lemah tentang Islam & lingkarannya pun masih banyak yang "Islamphobia". Apalagi PS sudah terjebak dengan SBY yang sedang propaganda melawan Politik Islam yang disebutnya sebagai "Politik Integritas" beraroma SARA" dan seterusnya," sebut Yusril.    

Editor: Moralis

Terkini

Terpopuler