Pentingnya Deteksi Dini

Ahad, 15 Maret 2015 - 09:11 WIB
Prof Zulfadil, Kepala Dinas Pendidikan Pekanbaru.

Menyikapi kekerasan terhadap anak, tak dibantah Zulfadil Kepala Dinas Pendidikan Pekanbaru, juga pernah terjadi di wilayah kerjanya. Kepada Haluan Riau Rabu  (11/3), Zulfadil mengatakan pihaknya memiliki kiat untuk mendeteksi sekaligus mencegahnya.

"Kami dari pihak Dinas Pendidikan telah menyampaikan kepada seluruh sekolah yang ada di Pekanbaru, supaya melakukan apa yang disebut dengan deteksi dini kepada anak," katanya.

Menurutnya, pihak sekolah mulai dari kepala sekolah, wakil dan gurunya haruslah melakukan deteksi perilaku anak muridnya. Terlebih penekananya kepada wali kelas, sebagai guru yang paling dekat dengan anak muridnya di sekolah.

"Dengan melakukan deteksi dini kepada anak, kita berharap supaya kejahatan terhadap anak dan kenakalan anak ini bisa di minimalisirkan," ungkapnya.

Dinas Pendidikan menilai setiap anak memiliki potensi untuk melakukan kenakalan, dan pihak luar juga berpotensi melakukan kenakalan terhadap anak-anak.

"Disinilah peran guru dan orang tua. harus lebih intens menjalin komunikasi tentang perkembangan anak di sekolah ataupun di rumah. Terutama terhadap segala potensi kenakalan, baik yang dilakukan si anak maupun kenakalan yang dilakukan orang terhadap anak yang bersangkutan.

Jika di sekolah terlihat perubahan sikap anak, lain seperti biasa, maka harus cepat dikomunikasikan dengan orang tuanya. Seperti halnya anak ini sering tidur di kelas, terlambat dan lain-lain. Dikhawatirkan anak ini telah ikut dalam pergaulan yang salah. Hal ini harus segera dikomunikasikan dengan orang tua.

"Lain halnya jika anak ini menjadi diam dikelas, padahal biasanya selalu ceria. Maka guru harus mencari tahu kenapa sikap anak ini berubah. Mana tau, si anak dalam tekanan atau ada kekerasan dari orang tua, lingkungan atau adanya pelecehan seksual yang membuat anak ini menjadi pendiam di dalam kelas," jelas Zulfadil.

Kejadian seperti ini, menurut ZUlfadil, harus bisa cepat dikenali oleh guru yang berada di sekolah. Kemudian kita haruslah saling bekerja sama membangun kepedulian, perhatian kepada anak, baik dari guru maupun orangtua.

Dengan komunikasi dengan deteksi ini, harapannya kekerasan, atau tindak pelecehan terhadap anak kita, bisa diminimalisir, tentunya dengan kerja sama.***

Editor:

Terkini

Terpopuler