Dukung Budidaya Paludikultur, Siak Siap Kembangkan Lingkungan Berbasis Hidrologi Gambut

Kamis, 14 Februari 2019 - 16:07 WIB

RIAUMANDIRI.CO, SIAK - Wakil Bupati Siak Alfedri mengikuti diskusi dan konsolidasi perluasan pasar dan peningkatan manfaat lingkungan dalam praktik paludikultur berbasis kesatuan hidrologi gambut di Hotel Pangeran Pekanbaru, Kamis (14/2/2019). Kegiatan ini atas kerja sama Badan Restorasi Gambut (BRG) dengan Winrock International. 

Deputi IV Badan Restorasi Gambut Dr Haris Gunawan menyebutkan, untuk membentuk wadah yang resmi dan terarah sesuai tujuan program dan kegiatan restorasi gambut nasional, pada 10 November 2017 telah ada kesepakatan dan kesepahaman bersama antarlembaga serta institusi terkait, terutama yang terlibat dalam program Paludikultur BRG, 

Dalam pertemuan tersebut, kata Haris, dinyatakan bahwa adanya kebutuhan konsorsium pelaku paludikultur, terutama bagi lembaga dan universitas yang mempunyai kegiatan restorasi gambut.  

"Tujuan acara ini untuk berbagi pengetahuan dan praktik paludikultur sebagai tindak lanjut kerja sama konsorsium paludikultur Indonesia melalui diskusi dan konsolidasi perluasan pasar dan peningkatan manfaat lingkungan dalam praktik paludikultur berbasis kesatuan hidrologis gambut," kata dia.

Ia menjelaskan, saat ini pengetahuan tentang praktik paludikultur untuk memberikan manfaat perbaikan pengelolaan kesatuan hidrologis gambut semakin meluas. Juga semakin meluasnya konsolidasi jejaring kerja peneliti, praktisi, dan pemerintah dalam upaya pengembangan alternatif budidaya komoditas ramah gambut, yang menjadi fokus perluasan pilot model di Kesatuan Hidrologis Gambut Kabupaten Siak, Provinsi Riau.

Sementara itu, Wakil Bupati Siak Alfedri, memaparkan tentang kebijakan Pemerintah Kabupaten Siak dalam pengembangan potensi alternatif budidaya komoditas ramah gambut, yaitu visi pengelolaan lahan gambut Kabupaten Siak dengan terwujudnya pelestarian lahan gambut yang ada di Kabupaten Siak. 

"Dengan misi pengelolaan lahan gambut yang saat ini telah terbentuk forum yaitu Sodagho Siak," katanya.

Alfedri menjelaskan, perluasan lahan gambut diperkirakan 4.877 Km persegi atau sebesar 57 persen. Menurut dia, tantangan pengelolaan gambut di Kabupaten Siak yaitu terdapatnya kelemahan dalam komunikasi antarpemerintah daerah dengan pemerintah provinsi pusat maupun kerusakan lahan gambut secara umum yang disebabkan kegiatan utama yaitu kebakaran hutan dan lahan.

Sedangkan strategi pengelolaan gambut di Kabupaten Siak, kata Alfedri, yaitu berupa pengelolaan berdasarkan karakteristik yang spesifik baik dalam dimensi vertikal maupun horizontal dalam suatu kelembagaan yang terkoordinasi dari lintassektoral.

"Komitmen Kabupaten Siak pro terhadap lingkungan dengan mewujudkan  pembangunan insfrastruktur daerah yang merata dan berwawasan lingkungan berupa penyelamatan daerah aliran Sungai Siak, penundaan pemberian izin baru hutan alam primer dan hutan gambut serta dengan mengikuti program kota hijau maupun menetapkan Perda Kampung Adat," kata Alfedri.


Reporter: Darlis Sinatra

Editor: Rico Mardianto

Terkini

Terpopuler