DMPA Arara Abadi Berdayakan Pemuda Okura Melalui Budidaya Jamur

Ahad, 02 September 2018 - 10:54 WIB
Rumah jamur pemuda Okura yang dimodali melalui program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) PT Arara Abadi.

RIAUMANDIRI.CO, OKURA - Dengan modal yang diberikan melalui program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) PT Arara Abadi, Ahmad Guroli dan Miftahul Ulum, berhasil memberdayakan pemuda Okura, Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru, dengan usaha budi daya jamurnya. 

Ahmad Guroli yang juga merupakan Ketua Pemuda Cendawan House ini, memulai usahanya pada tahun 2016 lalu. Di mana pada saat awal usaha ini dijalankan, anggotanya berjumlah 7 orang yang sebagian besar adalah pelajar dan pemuda tempatan. 

Dengan bantuan modal yang diberikan perusahaan, Ahmad Guroli beserta Miftahul Ulum selanjutnya membuat rumah jamur berukuran 7 X 20 meter dengan kapasitas 40 - 50 baglog. Media tanamnya berupa serbuk kayu sawmill, dedak padi dan kapur yang kemudian dicampur dan dimasukkan ke dalam botol/media plastik. Setelah itu disterilkan dan dikukus selama 8 jam lalu didinginkan selama 2 hari.
 
Kemudian dilanjutkan dengan proses pembibitan/inkubasi. Lamanya proses pembibitan ini didiamkan selama 1,5 - 2 bulan untuk masa pertumbuhan akar. Proses pembibitan dilakukan di dalam rumah jamur dengan suhu udara berkisar 27 derajat. 

Masa pengerjaan media tanam bisa dilakukan selama 3 hari, sedangkan sisa atau bekas media jamur tersebut bisa juga dijadikan pupuk. 

Masa panennya bisa dipanen pada umur 4-5 bulan, tergantung perawatan/ganti lobang. Sekali panen bisa menghasilkan 20 kg, untuk masa panennya bisa dilakukan setiap hari. 

Untuk pemasaran Ahmad Guroli dan Miftahul Ulum menjual hasil panennya langsung ke masyarakat, kantor dinas/instansi, rumah makan dan langganan tetapnya dengan harga 30 ribu-40 ribu rupiah per kilonya. 

Jamur ini selain bisa dibuat sebagai kerupuk jamur, bisa juga dijadikan bahan sayuran dan nuget jamur. 

Terkait kendala, Ahmad Guroli menyampaikan kendala yang dihadapi selama ini adalah masih kurangnya blower agar udara tetap lembab. Di samping itu faktor cuaca juga sangat berpengaruh terhadap produksi, jika udara terlalu panas akan merusak sistem inkubasinya. 

Humas Arara Abadi Distrik Minas, Aep Mahmuddin, Ahad (2/9/2018), menyampaikan, awal program budi daya jamur ini dibuat, perusahaan memberikan bantuan berupa dana sebesar Rp27 juta. Modal tersebut digunakan untuk membuat rumah jamur, pembelian bibit, media dan lain sebagainya. 

Berkat ketekunan dan keyakinan penerima manfaat DMPA, Alhamdulillah program DMPA ini, menurut Aep bisa meningkatkan perekonomian masyarakat serta dapat memberdayakan pemuda setempat untuk lebih kreatif dan mengarahkan pemuda tersebut ke arah yang positif. 

Editor: Rico Mardianto

Terkini

Terpopuler