Ini Penyebab Gempa 7 SR di Lombok Menurut PVMBG

Senin, 06 Agustus 2018 - 12:00 WIB
Sejumlah warga berada di halaman rumahnya pascagempa di Desa Bentek, Kecamatan Pemenang, Tanjung, Lombok Utara, NTB, Senin (6/8/2018).

RIAUMANDIRI.CO, BANDUNG - Gempa berkekuatan 7 skala richter mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat, tadi malam. Gempa tersebut menyebabkan sedikitnya 91 orang meninggal dan 209 mengalami luka-luka. 

"Gempa ini berada pada zona sama (dengan gempa 29 Juli lalu) dan menimbulkan kerusakan. Saat ini tim sudah di sana untuk melakukan pemeriksaan dan pemetaan. Pusat (gempa) itu kemarin ada di darat," kata Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana (PVMBG) Badan Geologi Kasbani di Gedung PVMBG, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (6/8/2018). 

Kasbani menjelaskan, gempa yang mengguncang Lombok disebabkan oleh sesar atau patahan aktif jenis sesar naik pada zona sesar busur belakang Flores (Flores Back Arc). Gempa berpusat pada koordinat 116,48 derajat bujur timur dan 8,37 derajat lintang selatan dengan magnitudo 7,0 dan di kedalaman 15 km itu menimbulkan tsunami kecil dengan ketinggian maksimum 0,13 meter di Desa Carik, dan 0,1 meter di Desa Badas, Lombok, NTB.

Pihaknya memprediksi masih akan terjadi gempa susulan dengan kekuatan gempa jauh lebih kecil. Meski begitu dia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh isu-isu yang menyesatkan tentang gempa bumi. 

"Rekomendasinya tentunya kami dari tim badan geologi sedang menunggu hasil pemeriksaan lanjutan. Kita minta masyarakat tetap tenang terkait dengan kegempaan. Gempa ini juga akan diikuti gempa susulan dengan magnitudo lebih kecil," ujar Kasbani. 

Editor: Mohd Moralis

Tags

Terkini

Terpopuler