Gempa Lombok-Bali: Terdapat Korban Tewas dari Turis dan Anak-Anak

Ahad, 29 Juli 2018 - 15:26 WIB
Pasien RSUD dr Soedjono, Selong, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) berhamburan keluar menyusul gempa yang melanda wilayah NTB dan Bali pada Ahad (29/7/2018) pagi. 

RIAUMANDIRI.CO, LOMBOK - Gempa bumi berkekuatan 6,4 skala richter yang mengguncang Lombok, NTB hingga sebagian wilayah Bali telah menimbulkan korban jiwa. Sebanyak 18 korban dirawat di RSUD dr. Soedjono, Selong, Lombok Timur. Dua korban di antaranya meninggal dunia, yang keduanya adalah anak-anak: 1 perempuan dan 1 laki-laki. 

"Dua dari 18 [orang pasien yang dirawat di RSUD dr. Soedjono meninggal. Yang meninggal anak-anak, 1 laki-laki dan 1 perempuan. Kisaran umur 8 tahun," ujar Direktur RSUD Karsito di NTB Minggu (29/7/2018). Selain dua anak-anak tersebut, ada satu orang wisatawan korban gempa yang sudah meninggal ketika sampai di RSUD dr. Soedjono. 

"Wisatawan yang masuk ada dua. Ada satu yang di UGD. Yang satu meninggal. Ke sini sudah dalam kondisi meninggal," ujar Karsito. 

Karsito menjelaskan dari 18 pasien di atas, sebanyak 9 orang merupakan anak-anak. "Memang sebagian besar korban adalah anak-anak," sebut Karsito. 

Selain korban meninggal, korban yang dirawat kondisinya stabil. Sebagian besar pasien berasal dari daerah terdampak gempa, seperti Sembalun, Sambelieu, Blanting, dan Ogol-Ogol. 

"Korban mengalami trauma, ada yang cedera kepala, ada yang luka-luka. Sementara ini fraktur. Tetapi kami belum bisa memastikan, masih dalam pemeriksaan," tambah Karsito. 

Angka tersebut akan bertambah sebab hingga saat ini masih ada korban yang belum dirujuk ke RSUD dr. Soedjono. "Masih dalam perjalanan untuk dirujuk ke RSUS dr Soedjoni Selong," ujar Karsito. 

Sebelumnya, para pasien di RSUD dr. Soedjono mengevakuasi diri, keluar dari kamar perawatan dan dirawat di halaman RSUD. 

"Kami terus menunggu informasi dari BPBD apa sudah aman atau belum. Nanti baru pasien kembali ke kamar," sebut Karsito. 

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyatakan dalam rilis persnya, hingga pukul 09.45 WIB hari ini, gempa telah menyebabkan 10 orang meninggal dunia, 40 orang luka, dan puluhan rumah rusak. 

Dari data sementara dari BPBD Provinsi Nusa Tenggara Barat tercatat, di Kabupaten Lombok Timur terdapat 8 orang meninggal dunia, 10 orang luka berat, 10 orang luka ringan, dan puluhan rumah rusak. 

Sementara itu, di Kabupaten Lombok Utara terdapat 2 orang meninggal dunia, dan 13 orang luka-luka dirawat di Puskesmas Senaru, dan 7 orang di Puskesmas Bayan. 

Editor: Mohd Moralis

Terkini

Terpopuler