Diiringi Ratusan Pendukung, Chaidir Mendaftar ke KPU sebagai Calon Anggota DPD RI

Rabu, 11 Juli 2018 - 16:46 WIB
Chaidir didampingi sang istri Yulianti, dan pendukung saat mendaftar ke KPU Riau.

RIAUAMNDIRI.CO, PEKANBARU - Mantan Ketua DPRD Riau Chaidir mendatangi Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau, Rabu (11/7/2018). Kedatangannya itu untuk melakukan daftar ulang sebagai calon legislatif DPD RI Daerah Pemilihan (Dapil) Riau periode 2019-2024.

Chaidir datang dengan menggunakan pakaian khas melayu dengan didampingi sang istri, Yulianti, yang merupakan anggota DPRD Riau. Selain itu, ratusan pendukung turut mengiringi Chaidir menuju kantor yang beralamat di Jalan Gajah Mada Pekanbaru itu.

"Alhamdulillah hari ini (kemarin,red) kita sudah mendaftar sebagai caleg (caleg legislatif) DPD RI dari Riau. Mohon doa dan dukungan dari semua masyarakat Riau," ujar Chaidir usai mendaftar.

Dikatakannya, untuk mendaftar ulang, dirinya telah menyiapkan sekitar 2.186 KTP lebih dukungan dari masyarakat Riau. Secara faktual, dia menyakini dukungan masyarakat lebih besar dari jumlah KTP yang telah diserahkan ke KPU Riau.

"Yang membuat saya terharu, ketika saya baru menyatakan ingin maju, Alhamdulillah banyak dukungan yang mulai disampaikan ke saya dari semua lapisan masyarakat Riau," lanjut mantan Ketua Tim Koalisi Firdaus-Rusli Effendi pada Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) Provinsi Riau belum lama ini.

Lebih lanjut ia menegaskan jika dirinya tidak akan gentar bersaing dengan calon lainnya, terutama calon yang berstatus incumbent. Menurut pria asal Rokan Hulu (Rohul) itu, semua calon memiliki kesempatan yang sama untuk melenggang ke Senayan.

"Semua calon punya kesempatan yang sama untuk bisa bersaing dan memperebutkan hati masyarakat. Masyarakat sekarang sudah cerdas, mereka pasti ingin pembaharuan," tegasnya.

Terakhir, ia menegaskan jika diamanahkan nantinya, maka ia siap memperjuangkan aspirasi masyarakat Riau. Termasuk membawa lebih banyak anggaran pusat ke daerah.

"Misalnya DAK (Dana Alokasi Khusus) yang selama ini kesannya tidak berimbang, tidak adil antar daerah. Ini perlu strategi khusus, sehingga ada semacam pembagian yang adil dari pemerintah pusat," pungkas Chaidir.


Reporter: Dodi Ferdian
Editor: Rico Mardianto

Editor:

Terkini

Terpopuler