Menebak Manuver Moeldoko Mundur dari Hanura

Selasa, 03 Juli 2018 - 11:38 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko

RIAUMANDIRI.CO, JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko pamit ke Partai Hanura. Keputusan eks Panglima TNI ini cukup mengejutkan, apa tujuan utamanya?

Founder LSI Denny JA menerka ada sejumlah alasan Moeldoko mundur dari Hanura. Moeldoko yang bergabung Hanura akhir tahun 2016 lalu dan masuk ke Istana sebagai kader Hanura mundur diduga karena sejumlah penyebab politis.

"Pertama Hanura dari segi elektabilitas menurun signifikan, dari partai yang tadinya lolos di parlemen 2014 dia terancam tak lolos di parlemen karena perolehannya selalu di bawah 4 persen. Bahkan survei LSI terakhir dia menjadi partai nol koma," kata Denny kepada wartawan, Selasa (3/7/2018).

Jadi justru keberadaan Moeldoko di Partai Hanura, dinilai Denny, tidak menambah status politknya. Malah mengecilkan status politiknya, apalagi sekarang ada problem di internal Hanura.

"Kedua untuk cawapres mungkin Pak Moeldoko akan lebih besar kansnya jika dia tidak mewakili partai, karena kalau dia mewakili partai dia akan kalah dengan partai besar seperti Nasdem, PDIP, Golkar yang lebih tinggi perolehannya dan lebih lama dengan Jokowi," kata Denny.

Nah alasan ketiga bisa jadi pertimbangan yang sudah disampaikan Moeldoko. Yakni menyangkut kinerja sebagai kepala staf kepresidenan.

"Variabel ketiga dia ingin lebih fokus membantu pemerintahan Pak Jokowi," pungkasnya.


Sumber    : Detik

Editor:

Terkini

Terpopuler