Firdaus Siapkan Hadiah Istimewa untuk Kota Pekanbaru di Ulang Tahun ke-234

Kamis, 26 April 2018 - 13:55 WIB
Calon Gubernur Riau Firdaus dalam salah satu orasi kampanye dialogis di Kampar.
RIAUMANDIRI.CO, PEKANBARU - Walikota Pekanbaru yang sedang menjalani masa cuti kampanye Pilgub Riau, Dr Firdaus, ST,  MT punya hadiah istimewa bagi warga Kota Pekanbaru.
 
Direncanakan, Pemerintah Kota Pekanbaru akan me-launching perkantoran baru di Tenayan Raya pada 23 Juni 2018 yang akan datang atau bertepatan dengan puncak hari jadi ke-234 Pekanbaru.
 
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Firdaus di sela-sela kampanye dialogis di Pekanbaru beberapa waktu lalu.
 
''Ya, Tenayan Raya akan menjadi hadiah istimewa bagi warga Kota Pekanbaru pada hari jadi Pekanbaru Juni 2018 nanti. Kita akan launching peresmian beroperasinya perkantoran di Tenayan Raya,'' ungkap Firdaus optimis. 
 
Disebutkan dia, beroperasinya perkantoran tersebut bukan sebatas sebagai simbol dari berpindahnya aktivitas pelayanan pemerintah Kota Pekanbaru, namun juga menjadi bentuk komitmen besar pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik. Bagi masyarakat Pekanbaru sekaligus memberikan ruang yang lebih luas dan layak bagi dalam beraktivitas. 
 
Direncanakan akan ada beberapa kantor dinas yang juga akan berada di Tenayan Raya. Saat ini, proses pemindahan tersebut masih terus digesa untuk bisa selesai sampai menjelang hari jadi Kota Pekanbaru.
 
Adapun perkantoran Wali Kota di Jalan Jendral Sudirman, disebutkan Firdaus, tetap akan difungsikan sebagai pusat pelayanan pemerintahan dan rencana beroperasinya role model untuk Mal Pelayanan Kota Pekanbaru.
 
''Ya, jadi kantor di Sudirman tetap akan berfungsi, dan sekarang sedang dirancang konsepnya sebagai Mal Pelayanan. Ini adalah role model untuk pelayanan publik khususnya yang berkaitan dengan perizinan. Dan ini akan menjadi fasilitas pelayanan terbaik, tercepat dan satu pintu di Kota Pekanbaru, bahkan di Indonesia, Insya Allah,'' sebut Firdaus.
 
Disebutkan Firdaus, sampai hari ini diakuinya banyak yang bertanya tentang mengapa pemerintah membangun perkantoran di Tenayan Raya. ''Jawabnya adalah bahwa pemerintah tidak hanya berpikir dan berbuaat untuk apa yang ada saat ini saja, namun juga harus mempertimbangkan terselenggaranya pembangunan dalam jangka waktu jauh ke depan,'' ungkap Firdaus.
 
Perkantoran tersebut dibangun sarat dengan pertimbangan, salah satunya adalah redistribusi konsentrasi penduduk dari satu kawasan ke kawasan lain yang berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan di kemudian hari.
 
Pemerintah Kota Pekanbaru, disebutkan Firdaus, sangat peka dengan persoalan yang terjadi dewasa ini. Pertumbuhan Kota Pekanbaru berjalan seiring dengan pertambahan jumlah penduduk yang demikian pesat berimplikasi pada semakin terbatasnya kawasan pemukiman.
 
Firdaus mengatakan, pemerintah harus menyediakan ruang yang layak untuk itu. Karena kepadatan penduduk berpotensi menyebabkan semakin terbatasnya ruang terbuka dan kawasan permukiman.
 
Kepadatan penduduk juga berpotensi menyebabkan terjadinya kemacetan arus lalu lintas sebagaimana yang acap terjadi dewasa ini, termasuk potensi terjadinya banjir akibat ruang terbuka yang harusnya menjadi penampung curah hujan beralih fungsi menjadi gedung dan permukiman penduduk.
 
Karena itulah, sebut Firdaus, pembangunan kawasan perkantoran pemerintah kota Pekanbaru di Tenayan Raya juga sangat berkaitan erat dengan upaya memberikan ruang hidup dan beraktivitas yang lebih layak kepada warga kota.
 
Memang, untuk semua itu Pemko mengeluarkan biaya yang cukup besar. Namun, disebutkan Firdaus, semua itu adalah solusi atas persoalan yang dihadapi saat ini bahkan hingga 20 atau 30 tahun ke depan. Tugas pemerintah tidak hanya menuntaskan pekerjaan apa yang ada di depan mata, tapi juga mencarikan solusi jangka panjang untuk permasalahan yang muncul saat ini dan ke depannya.
 
''Tenayan itu kita prediksi akan tumbuh sampai 30-40 tahun ke depan. Karena itulah, sebagai gerbong awalnya, perkantoran pemerintah dibangun di Tenayan Raya. Diikuti dengan aktivitas perkantoran, industri, bisnis dan perdagangan serta pemukiman. Saat ini, skema pengembangan kawasan tenayan sudah berjalan sesuai harapan, bahkan, lebih cepat dari perkiraan. Bahkan, pertumbuhan kawasan pemukiman demikian cepat,'' papar Firdaus lagi.
 
Begitupun, Pemko Pekanbaru sudah menyediakan ruang yang cukup luas untuk pemanfaatan kawasan di sekitaran Tenayan Raya. 
 
''Saat ini, kita mengalokasikan lahan seluas 300 hektare yang tidak seluruhnya diperuntukkan bagi perkantoran, tapi juga area terbuka yang akan dikembangkan menjadi taman dan hutan kota. Kalau biasanya kita menciptakan taman di tengah kota. Maka, di tenayan, konsepnya, perkantoran itu yang nantinya akan ada di antara taman dan hutan kota. Kondisinya akan sangat luas dan hijau,'' imbuh dia.
 
Firdaus juga sangat optimis, pengembangan kawasan Tenayan Raya juga akan membuka akses ke daerah-daerah di sekitarnya untuk juga ikut tumbuh dan berkembang sebagai kawasan metropolitan baru di sekitar Kota Pekanbaru. 
 
''Konsep itu yang kita namakan Metropolitan Pekansikawan. Konsep pengembangan kawasan yang akan saling bersinergi antara satu kawasan yang meliputi wilayah Pekanbaru, Siak, Kampar dan Pelalawan,'' sebut dia.
 
Firdaus berharap, dengan pengembangan kawasan seperti ini juga, ke depannya, konsentrasi pembangunan juga akan semakin merata di wilayah Pekanbaru.***
 
 
Editor: Rico Mardianto
 
 

Editor:

Terkini

Terpopuler