Abon Lele Produk Pertama Olahan Makanan Binaan PKPU HI Riau

Selasa, 24 April 2018 - 14:10 WIB
Kelompok POKDAKAN Budidaya Ikan Lele dan Olahan Makanan
RIAUMANDIRI.CO, PEKANBARU - Kelompok POKDAKAN Budidaya Ikan Lele dan Olahan Makanan "BERKAH BERSAMA" mengadakan Mentoring Praktek di rumah Pak Aswir, Selasa (24/4/2018). 
 
Kehadiran anggota kelompok sebanyak 23 dari 28 orang. Kegiatan praktek olahan makanan tersebut dilakukan oleh ibu-ibu divisi olahan makanan. Turut hadir Aswir Ketua Umum POKDAKAN Berkah Bersama, Ahmaddin Margolang, sebagai pemateri, ketua kelompok (YAYASAN BAKAT) dan juga sebagai Guru di SMK Pertanian Provinsi Riau.
 
Praktek olahan makanan kali ini dikhususkan pada pembuatan abon lele yang terbuat dari bahan: daging ikan lele, lengkuas, bawang merah, bawang putih, ketumbar, jahe, santan kental, gula putih, gula merah, sereh, garam, minyak goreng, daun jeruk purut, daun salam dan asam jawa.
 
Nurmiah sebagai ketua divisi olahan makanan mengatakan "Saya merasa senang dengan diadakannya mentoring praktek olahan makanan ini, dan hasilnya kami sudah bisa membuat produk pertama kami abon lele meskipun ada beberapa kekurangan disana sini, seperti produksi berbasis SOP kelompok, hygenitas pengolah, kerjasama tim, peralatan kurang lengkap dll. Semoga kelompok kami ini bisa terus tumbuh dan berkembang," terangnya.
 
Sementara Ahmaddin Margolang juga berpesan pada anggota kelompok yang hadir agar jangan takut mencoba, mencoba dan mencoba.
 
"Karena dengan banyak mencoba kita tahu akan kekurangan produk yang telah kita buat serta sering studi banding atau melakukan kunjungan ketempat olahan makanan yang terbuat dari bahan baku ikan supaya menambah referensi dan wawasan dalam pengembangan usaha kedepannya," tambah bapak Ahmad.
 
Disamping itu, Dodi sebagai fasilitator berharap kepada ibu-ibu yang terlibat dalam olahan makanan jangan pernah merasa puas atas hasil yang didapatkan hari ini. "Namun teruslah belajar agar produk kita mampu bersaing dengan produk-produk lainnya dan setiap kita selesai melakukan sesuatu haruslah dievaluasi agar kita tahu kekurangan dan bisa memperbaiki untuk lebih baik lagi kedepannya," Dodi.
 
Editor: Nandra F Piliang

Editor:

Terkini

Terpopuler