Awas, Sakit Kepala Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius

Kamis, 24 Agustus 2017 - 08:40 WIB
Ilustrasi sakit kepala
RIAUMANDIRI.co - Sakit kepala ringan biasanya dapat dihilangkan dengan mudah. Namun, pada beberapa keadaan, sakit kepala bisa datang secara berulang dan tidak kunjung membaik. Ini merupakan pertanda di mana sakit kepala tersebut tidak bisa lagi dianggap sepele dan memerlukan pemeriksaan yang intensif.
 
Sakit kepala yang berulang cenderung menandakan adanya penyakit yang mendasari. Bisa dapat disebabkan oleh kelainan pada organ otak itu sendiri atau gejala pada organ lain yang berada di sekitar kepala.
 
 
Berikut ini beberapa penyakit serius yang memiliki gejala berupa sakit kepala:
 
 
Stroke
 
Stroke perdarahan adalah suatu keadaan ketika pembuluh darah otak pecah dan menyebabkan darah keluar dari pembuluh darah dan memenuhi ruang rongga tengkorak.
 
Ruang tengkorak itu sendiri merupakan rongga dengan volume yang tetap untuk menjaga fungsi kerja organ-organ yang berada di dalamnya agar tetap normal. Jadi, peningkatan volume akan menyebabkan desakan pada struktur yang berada di dalam tengkorak. Hal ini dapat merangsang saraf nyeri pada selaput otak.
 
 
Tumor Otak
 
Diperkirakan 1% penyebab sakit kepala adalah tumor otak dan 30% gejala awal tumor otak adalah sakit kepala. Sifat sakit kepala bervariasi, mulai dari ringan dan hilang timbul sampai berat dan berdenyut –umumnya bertambah berat pada malam hari dan pada saat bangun tidur pagi.
 
Selain itu, muntah dijumpai pada 1/3 penderita dengan gejala tumor otak. Muntah tersering adalah akibat tumor di bagian belakang otak.
 
 
Glaukoma
 
Glaukoma merupakan penyakit pada mata berupa penurunan lapang pandang. Hal ini disebabkan oleh peningkatan tekanan pada bola mata, sehingga menyebabkan kerusakan saraf mata dan mengakibatkan kebutaan.
 
Peningkatan tekanan pada bola mata juga dapat merangsang saraf nyeri yang menyebabkan sakit kepala.
 
Oleh sebab itu, jangan sepelekan sakit kepala yang tak kunjung membaik. Hal tersebut bisa saja merupakan gejala yang berbahaya dan harus mendapatkan penanganan segera.(kdc/van)

Editor:

Terkini

Terpopuler