Tim Sergap Bulog Mabes TNI Dapati 762 Ton Rastra Belum Didistribusikan

Kamis, 15 Juni 2017 - 02:02 WIB
Tim Sergap Bulog dari Mabes TNI AD yang dipimpin Kolonel Arh Ramses L Tobing didampingi Dandim 0320 Dumai Letkol Kav Rendra Siagian, Melakukan Sidak di Gudang Bulog Divisi Regioan (divre) Dumai (Foto: RMC/Parno)
Dumai (RIAUMANDIRI.co) - Tim Sergap Bulog dari Mabes TNI AD yang dipimpin Kolonel Arh Ramses L Tobing didampingi Dandim 0320 Dumai Letkol Kav Rendra Siagian, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Gudang Bulog Divisi Regioan (divre) Dumai, Kamis (15/6/2017). Dari sidak ini tim mendapati 762 ton beras sejahtera atau rastra Kota Dumai periode Januari hingga Juni atau 6 bulan belum didistribusikan.
 
Kondisi ini menimbulkan keprihatinan, pasalnya tinggal beberapa hari lagi memasuki lebaran idul fitri. "Ini harus segera didistribusikan, apapun permasalahan administrasi harus segera diselesaikan, kalau berlarut-larut kasian warga penerima," tegas Ramses L Tobing.
 
Ramses juga menginstruksikan kepada Dandim 0320 Dumai, untuk terus mengawasi dan mendorong pendistribusian raskin agar terlaksana segera, dan selanjutnya agar didistribusikan tepat waktu.
Selain itu Tim ini juga mengecek kondisi gudang penampungan beras, armada truk pengangkut beras, yang dinilai perlu dilakukan perbaikan.
 
"Seharusnya Beras rastra disalurkan setiap bulan. Ini sudah berapa bulan belum disalurkan ke masyarakat, ini tentunya menjadi catatan buat tim," papar Ramses di sela sidak. 
 
Sembari memerintahkan Dandim untuk mengawas kualitas beras, selain itu beras yang sampai pada masyarakat harus dilihat kualitasnya. Juga harus dilihat pemberian beras harus tepat sasaran. 
 
"Jika kualitas beras jelek, jangan didistribusikan. Suruh ganti dulu bulog dengan kualitas yang sesuai ," Ramses menginstruksikan.
 
Tim juga memeriksa kondisi gudang dan kondisi truk pengangkut beras bulog ternyata kondisinya memprihatinkan. Tim juga sempat berdialog dengan sopir dan buruh angkut beras bulog. 
 
Terkait permasalahan ini, Plt. Kepala Dinas Sosial Kota Dumai, Bambang Hardianto, pernah memberikan keterangan bahwa keterlambatan pendistribusian murni disebabkan data.
 
"Memang benar rasta sejak januari hingga maret dan sekarang sudah masuk Juni untuk Dumai belum didistribusikan, ini terkait adanya perubahan data dari Kemensos yang diteruskan ke Provinsi Riau dan ditujukan ke Dinas Sosial Kota Dumai. Data warga kurang mampu di Dumai sebelumnya 9.423 sesuai data tersebut menjadi 8.481 atau berkurang sebanyak 942 kepala keluarga," terang Bambang Hardianto Plt Kadinsos Dumai, baru-baru ini.
 
Dikatakan Bambang, adanya pengurangan data, otomatis harus disesuaikan data di lapangan, harus divalidasi kembali. Mereka yang sudah sejahtera harus dikeluarkan dari data penerima rasta, begitu juga mereka yang pindah serta mereka yang meninggal.
 
Untuk menyikapi pengurangan data sebanyak 942 KK miskin tersebut, menjadi faktor belum didistribusikan rasta hingga saat ini.
 
"Kami sudah menyurati seluruh lurah dan camat se Kota Dumai, agar mereka bermusyawarah dengan RT, untuk memvalidasi data, karena mereka ini yang mengetahui kondisi warganya." tegas Bambang Hardianto. 
 
Disebutkan, di Dumai rasta memang gratis diberikan kepada mereka yang tidak mampu, dimana setiap bulannya tiap KK Rasta menerima 15 kg, dan pendistribusian dilakukan tiga bulan sekali atau per tri wulan.
 
Baca juga di Koran Haluan Riau edisi 16 Juni 2017
 
Reporter: Parno Sali
Editor: Nandra F Piliang

Editor:

Terkini

Terpopuler