Warga Pulau Mepar di Kepri Kini Bisa Nikmati Listrik Saat Sahur dan Buka Puasa

Jumat, 26 Mei 2017 - 19:27 WIB
Ilustrasi
LINGGA (RIAUMANDIRI.co) - Memasuki bulan Ramadhan tahun ini, PLN berhasil melistriki 200 kepala keluarga (KK) yang tinggal di Pulau Mepar, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (25/5/2017). Sebelumnya penduduk Mepar hanya dialiri listrik mulai pukul 18.00 – 24.00 saja, yang dipasok dari eks perusahaan daerah.
 
Kini warga Mepar dapat merasakan listrik PLN lebih lama yakni 14 jam, mulai pukul 17.00 – 07.00, yang dipasok dari mesin diesel 100 kilo Watt (kW)  melalui jaringan tegangan rendah sepanjang 1,5 kilometer sirkit.
 
“Ini tahap pertama. Kedepan setelah PLN menyelesaikan penambahan 3 buah mesin diesel dengan kapasitas 200 kW tentunya akan dilakukan penambahan jam nyala menjadi 24 jam,” ungkap Direktur Bisnis PLN Regional Sumatera Amir Rosidin.
 
Berkah listrik disaat Ramadhan ini menjadikan warga Mepar dapat menikmati listrik pada saat sahur dan berbuka puasa.
 
“Ketika berbuka dan sahur warga tidak kesulitan lagi memasak nasi dan tentunya suara adzan akan terdengar dari pengeras suara yang ada di masjid. Insya Allah dengan kehadiran PLN di Mepar akan membawa keberkahan,” ujar Nur seorang ibu rumah tangga penduduk Mepar. 
 
Begitu dirinya tahu listrik sudah bisa menyala 14 jam, ia bersama ibu-ibu lain di desanya sudah menyiapkan alat penanak nasi listrik agar saat puasa nanti dapat digunakan.
 
“Waktu yang tadinya harus dipakai menunggu di depan tungku, Insya Allah selama puasa nanti waktunya bisa digunakan untuk menyiapkan lauk saat buka dan sahur,” jelas Nur.
 
Pemerintah melalui PLN mempercepat program elektrifikasi untuk daerah-daerah terpencil di Indonesia. Kebijakan itu dituangkan dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Permen ESDM) Nomor 38 Tahun 2016 tentang Percepatan Elektrifikasi di Perdesaan Belum Berkembang, Terpencil, Perbatasan, dan Pulau Kecil Berpenduduk Melalui Pelaksanaan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik Skala Kecil.
 
Sementara pada Senin lalu, PLN juga menambahkan jam nyala di pulau Palmatak kabupaten Anambas yang semula menyala 20 jam maka sejak tanggal 22 Mei 2017 sudah menyala 24 jam.
 
Dalam sambutannya bupati Anambas H Abdul Haris SH merasa bangga dan berterima kasih atas dioperasikannya 24 Jam PLTD Ladan , hal ini membuktikan komitmen dan keseriusan  PLN  dalam mendorong ekonomi warga di pulau yang berada di laut cina selatan hal ini tentunya akan berdampak positif bagi pertumbukan ekonomi warga khususnya dalam mensejahterakan  pulau besar yang ada di Anambas.
 
Dalam sambutannya Irwansyah selaku GM PLN WRKR  di PLTD Ladan Palmatak akan menerima  tantangan ini meskipun hambatan yang dihadapi di kepulauan Anambas ada masalah kendala transportasi dan cuaca di lautan. 
 
Irwansyah yakin di tahun 2017 akan mampu menyelesaikan masalah kapasitas di dua pulau besar Palmatak dan P Jemaja akan ditambah masing masing pulau 2 x 500 KVA  mengingat kondisi daya mampu masing-masing pulau 1.000 kW dan optimis tambahan mesin akan bisa dioperasikan pada akhir bulan Oktober tahun 2017.  Dengan penambahan kapasitas tersebut nantinya akan mampu untuk mengalirkan listrik ke desa yg belum berlistrik .(rls)
 
Baca juga di Koran Haluan Riau edisi 27 Mei 2017
 
Editor: Nandra F Piliang

Editor:

Terkini

Terpopuler