Sudirman Said Pilih Anies Ketimbang Ahok

Ahad, 16 April 2017 - 14:27 WIB
Sudirman Said (Foto: Istimewa)
JAKARTA (RIAUMANDIRI.co) - Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said, mengikuti pertemuan penggiat antikorupsi bersama calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
 
"Saya diundang sarapan dan diskusi dengan teman-teman pejuang antikorupsi," kata Sudirman saat ditemui di kediaman Anies, di Jalan Lebak Bulus II Dalam, Jakarta Selatan, Ahad (16/4/17)
 
Selain Sudirman, dua mantan komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi, Bambang Widjoyanto dan Adnan Pandu Pradja, serta juru bicara Anies-Sandi, Pandji Pragiwaksono, turut hadir.
 
Ketiganya merupakan tim sukses Anies-Sandi dalam pilkada DKI 2017. Sudirman sendiri menampik dirinya tergabung dalam tim sukses. Namun, ia mengaku secara pribadi mendukung Anies, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
 
"Orang baik mesti didukung," katanya. 
 
Dalam pertemuan itu, Sudirman mengaku tak hanya membicarakan soal pemilihan kepala daerah DKI 2017. Namun, ia turut menyoroti adanya praktik pilkada saat ini, khususnya politik uang. Sebab, kata dia, korupsi dimulai dari politik uang. 
 
Menurut Sudirman, pilkada merupakan entry point bagi kepemimpinan dan kekuasaan. Sehingga proses pilkada harus dijaga.
 
"Kalau kita punya niat meluruskan, membangun, maka entry point mesti benar dan ditunjukkan dengan praktek yang benar. Kami berharap seluruh pasangan calon tidak main politik uang," ujarnya. 
 
Selain itu, ia mengingatkan Anies untuk berpegang teguh pada prinsip dan berada di jalan yang lurus. Dia juga berharap Anies bisa memberi contoh bahwa kekuasaan bisa diraih dengan cara yang baik.
 
"Karena itu kejujuran dan integritas jadi pintu masuk yang harus diperjuangkan. Kami berharap DKI adalah etalase seluruh republik kalau praktikkan demokrasi dengan benar maka warnanya jadi benar juga," kata dia.
 
Sudirman Said dan Anies Baswedan adalah menteri pada Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Keduanya dicopot tanpa alasan yang jelas pada Juli 2016.
 
Editor: Nandra F Piliang
Sumber: Tempo.co

Editor:

Terkini

Terpopuler