Teken MoU, BNPT Gandeng Haluan Riau

Jumat, 07 April 2017 - 07:14 WIB
Ketua FKPT Riau, mewakili BNPT, Nizhamul, dan Pemimpin Redaksi Haluan Riau Mohammad Moralis menandatangani MoU di Hotel Premiere, Pekanbaru, Kamis (6/4).
PEKANBARU (RIAUMANDIRI.co) - Dalam rangka implementasi program pencegahan terhadap berkembangnya paham radikalisme dan terorisme, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melakukan kerja sama dengan empat media massa di Riau, masing-masing Haluan Riau, Riau Pos, Tribun Pekanbaru dan TVRI Riau Kepri.
 
Kerja sama yang dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) tentang Menjaga Profesionalitas Pemberitaan Media Massa Mengenai Penanggulangan Terorisme dilakukan di sela-sela kegiatan Literasi Media Sebagai Upaya Cegah dan Tangkal Radikalisme dan Terorisme di Masyarakat di Hotel Premier Pekanbaru, Kamis (6/4).
 
Tampak hadir, Pemimpin Redaksi Haluan Riau Mohammad Moralis, pimpinan TVRI Riau Kepri, pimpinan Riau Pos serta Tribun Pekanbaru. Penandanganan MoU tersebut dilakukan BNPT yang diwakili Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorismen (FKPT) Riau, Nizhamul.
 
Deputi I Deradikalisme BNPT Irfan Idris dalam paparannya menyampaikan, seluruh lapisan masyarakat dan semua pihak harus kompak untuk memberantas terorisme. Apalagi, terorisme sudah bermain di jaringan internet.
 
"Teroris itu riil dan bukan rekayasa. Oleh karena itu, kita harus melawan extraordinary crime ini," kata Irfan Idris.
Lanjutnya, semua teroris itu  pasti radikal. Namun tidak semua yang radikal itu teroris. "Teroris itu menyesatkan orang dengan memutilasi ayat sesuai kepentingannya," ungkap Irfan.
 
Dalam perekrutan anggotanya, kata Irfan, jika dulu sewaktu Bom Bali, karena persaudaraan dan pertemanan, sekarang teroris itu memanfaatkan jaringan internet. Baik dengan membuat situs penghasil berita hoax atau memanfaatkan media sosial untuk menyebar konten hoax.
 
"Jadi, jangan mengira teroris itu orang bodoh dan miskin, karena banyak juga orang pintar dan orang kaya yang terpengaruh. Saat ini saja, ada 13 orang napi terorisme yang sedang menjalani deradikalisasi di Sentul. Mereka itu orang-orang cerdas. Inilah yang harus kita waspadai," katanya.
Sebelumnya, Ketua FKPT Riau, Nizhamul, mengatakan, BNPT memandang penting dilakukan literasi media kepada masyarakat sebagai upaya cegah dan tangkal tersebarluasnya paham radikalisme dan terorisme.
 
Literasi Media dilaksanakan dalam tiga sesi dengan materi dan narasumber berbeda, yaitu Penyebaran Paham Radikalisme dan Terorisme melalui Pemberitaan dan Upaya Pencegahannya dengan menghadirkan narasumber Jimmy Silalahi, anggota Dewan Pers.
 
Kegiatan tersebut melibatkan narasumber dari BNPT dan ahli/pakar di bidangnya yang ditetapkan BNPT dan diikuti peserta dari tenaga bagian humas instansi pemerintah dan organisasi kemasyarakatan atau Kepemudaan, Bagian Penerangan Instansi TNI dan Polri, tokoh masyarakat, tokoh pendidikan atau tenaga pengajar di tingkat sekolah menengah Atas dan universitas, anggota Pers Mahasiswa atau mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi dan Jurnalistik serta jurnalis/wartawan. (ara)

Editor:

Terkini

Terpopuler