Peserta Aksi Pasung Semen Meninggal Dunia

Rabu, 22 Maret 2017 - 08:52 WIB
Suasana aksi pemasungan kaki di Istana Negara, yang telah berakhir Senin (20/3) malam.
JAKARTA (riaumandiri.co)-Patmi (48), salah satu peserta demontrasi penolakan rencana pendirian dan pengoperasian pabrik PT Semen Indonesia di Rembang, Jawa Tengah, meninggal dunia. Patmi merupakan salah satu peserta demonstrasi yang mengecor kakinya dengan semen di Istana Presiden, sejak Kamis (16/3).
 
Pada Senin (20/3) malam hari, Patmi dan beberapa warga Rembang lainnya memutuskan melepas cor semen di kakinya. Mereka berencana melanjutkan aksi penolakan, namun dengan cara yang berbeda. Senin sore, mereka telah bertemu dengan Kepala Kantor Staf Presiden, Teten Masduki,
 
Sebagian besar peserta demo kemudian memilih pulang ke kampung halaman, termasuk Patmi. Namun, pada pukul 02.30 WIB pada Selasa (21/3), setelah mandi, Patmi mengeluh badannya tidak nyaman, kemudian mengalami kejang-kejang dan muntah.
 
Dokter yang sedang bertugas mengantarkan Patmi ke RS St. Carolus Salemba. Namun, menjelang tiba di RS, Patmi meninggal dunia pada pukul 02.55 WIB dengan dugaan jantung.
 
Pada Selasa pagi kemarin, jenazah Patmi dipulangkan ke Desa Larangan, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati untuk dimakamkan di desanya. 
 
“Kami segenap warga-negara yang ikut menolak pendirian pabrik semen di Pegunungan Kendeng berduka atas kematian bu Patmi dalam aksi protes penolakan di seberang Istana Presiden ini,” kata Muhamad Isnur, dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia dalam siaran pers, Selasa (21/3).
 
Isnur mengatakan, selama aksi pasung semen, para peserta mendapat pendampingan tim kesehatan. Aksi dimulai dari siang sampai sore, setelah itu peserta aksi beristirahat dan menginap di YLBHI jalan Diponegoro Jakarta. (cnn/sis)

Editor:

Terkini

Terpopuler