Sinar Mas Antisipasi Karhutla Musim Kemarau

Jumat, 27 Januari 2017 - 08:36 WIB
PERAWANG (RIAUMANDIRI.co) - Asia Pulp Paper (APP) Sinar Mas menggelontorkan dana sebesar 30 juta US Dolar untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2017. Apalagi, musim kemarau sudah dekat yang diprediksi mulai terjadi Februari 2017 ini.
 
Bahkan, Sinar Mas mengajak media cetak elektronik lokal dan nasional melihat langsung kesiapannya mengantisipasi Karhutla di lahan konsensi mereka, Kamis (26/1) di Sinar Mas Forestry lahan konsensi mereka di Minas.
 
Sejumlah awak media diajak melihat langsung Situation Room Center (SRC) ruangan khusus yang dibangun APP Sinar Mas untuk Manajemen Penanggulangan Kebakaran Terintegrasi atau  Integrated Fire Management (IFM). SRC ini terkoneksi dengan Situation Room (SR) di seluruh wilayah konsesi HTI.
 
Kemudian, Regu Pemadam Kebakaran yang selalu siap siaga 24 jam, pembangunan kanal bloking, embung dan Program DMPA (Desa Makmur Peduli Api), merupakan gerakan terintegrasi dalam memberdayakan masyarakat di wilayah konsesi pemasok APP untuk mengembangkan mata pencaharian sehari-hari.
 
"Investasi nilai total 30 juta US dolar untuk antisipasi dan mengatasi karhutla tahun 2016 dan 2017" ungkap GM Fire Management Sinar Mas Forestry Sujica W. Lusaka kepada wartawan, Kamis (26/1) usai simulasi pemadaman api di lahan konsesi.
 
Dijelaskannya, Hutan Tanaman Industri merupakan sumber bahan baku utama industri pulp dan kertas di Indonesia, tanaman ini dibibitkan, kemudian ditanam sampai dengan 5 tahun sebelum dipanen.
 
"Tentunya amat disayangkan jika segala proses panjang tersebut terjadi hal yang tidak diinginkan. Salah satunya bencana kebakaran lahan dan hutan," tutur Sujica.
 
Sebagai upaya mencegah dan menanggulangi bencana ini, baik yang terjadi di dalam maupun di luar area Hutan Tanaman Industri, Asia Pulp Paper (APP) - Sinar Mas bersama mitra pemasoknya merancang sebuah sistem yang dinamakan Manajemen Penanggulangan Kebakaran Ter integrasi atau Integrated Fire Management (IFM).(rud)

 

Editor:

Terkini

Terpopuler