Kerajaan Gunung Sahilan Pernah 400 Tahun Memerintah di Kampar Kiri

Senin, 23 Januari 2017 - 03:02 WIB
PEWARIS Kerajaan Gunung Sahilan, TM Nizar bersama Gubernur Riau, Pj Bupati Kampar dan Tokoh Adat (Foto: Ari)
GUNUNG SAHILAN (RIAUMANDIRI.co) -Tengku Muhammad Nizar resmi dinobatkan sebagai pewaris Kerajaan Rantau Kampar Kiri (Kerajaan Gunung Sahilan) di Istana Darussalam Koto Dalam, Minggu (22/1).
 
Ia menjadi pewaris kerajaan setelah kerajaan ini sempat mengalami kekosongan pemangku raja, yakni terhenti pada era Gubernur Riau H Imam Munandar atau sekitar tahun 1978.
 
Barulah kali ini, penobatan raja di Kerajaan Gunung Sahilan tersebut kembali dilakukan pada masa kepemimpinan Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman.
 
Dengan disaksikan ninik mamak, keluarga kerajaan, Gubernur Riau, Ketua LAM Riau Al Azhar, Ketua DPRD Riau Septina Primawati Rusli, Penjabat Bupati Kampar Syahrial Abdi dan ribuan masyarakat, akhirnya Yang Mulia Yang Dipertuan Agung Tengku Muhammad Nizar menduduki singgasananya. Penobatan ini pun diiringi dengan bunyi ledakan lelo-lelo yang sengaja dihidupkan.
 
Sebelumnya, prosesi penobatan pewaris kerajaan telah dimulai sejak Sabtu (21/1) lalu dengan mencuci benda-benda pusaka kerajaan dan melakukan rapat khalifah di Kuntu Darussalam diteruskan dengan prosesi arak-arakan di dalam Sungai Kampar Kiri.
 
Baca Juga: Tengku M Nizar Didaulat Jadi Raja Rantau Kampar Gunung Sahilan
 
Pada kesempatan itu Pj. Bupati Kampar Syahrial Abdi mengungkapkan baiknya hubungan Kerajaan Gunung Sahilan dengan kerajaan lain dahulunya, seperti dengan Kerjaan Pagaruyung dan Kerajaan Bone.
 
"Yang artinya orang-orang tua kita dulu telah menjalin sinergitas, dan menjalin jejaring se-nusantara, hari ini tentunya harus menjadi budaya kita untuk saling terhubung," ungkap Pj Bupati.
 
"Sudah sepantasnya kita semua masyarakat melayu Riau dan juga masyarakat Kabupaten Kampar mengetahui jejak sejarah kerajaan Gunung Sahilan. Apalagi saat ini Kerajaan Gunung Sahilan merupakan salah satu situs nasional di Kabupaten Kampar. Penanganan situs nasional Istana Gunung Sahilan telah ditangani secara nasional dan provinsi," katanya.
 
Baca Juga: Ini Kata Gubri dan Raja Serantau Kampar Kiri Soal Pemekaran Gusdar
 
Wilayah Rantau Kampar Kiri sudah dikenal dalam catatan sejarah semenjak abad mula nusantara berdiri (Sekitar Abad 1-5 M). Hal tersebut tertuang dalam tambo adat Kampar.
 
Wilayah Kampar Kiri sangat identik dengan wilayah eks Kerajaan Gunung Sahilan. Hal ini disebabkan karena Kerajaan Gunung Sahilan merupakan kerajaan yang paling lama memerintah, hampir 400 tahun menguasai dan memerintah di wilayah hukum adat Rantau Kampar Kiri.
 
Untuk itu, sudah selayaknya Istana Gunung Sahilan menjadi salah satu ikon wisata di Kabupaten Kampar dan Provinsi Riau pada umumnya, yang harus dikembangkan, hingga dikenal secara domestik maupun internasional.
 
"Saya juga berharap masyarakat wilayah rantau kampar kiri untuk dapat menjaga dan melestarikan adat, budaya yang terdapat di Kerajaan Gunung Sahilan ini, sehingga kerajaan Gunung Sahilan dapat menjadi kebanggaan kita bersama," tutup Syahrial Abdi.
 
Baca juga di Koran Haluan Riau edisi 23 Januari 2017
 
Reporter: Ari Amrizal
Editor: Nandra F Piliang

Editor:

Terkini

Terpopuler