PLTU Tenayan Raya Dijadwalkan akan Beroperasi

Jumat, 04 November 2016 - 09:25 WIB
PLTU Tenaya Raya dijadwalkan akan beroperasi Desember 2016.

PEKANBARU (RIAUMANDIRI.co) - Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Riau memperkirakan, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tenayan Raya beroperasi akhir tahun ini.

"Laporan terus kita terima, maka perkiraan kita di bulan Desember 2016 PLTU Tenayan unit satu baru bisa dioperasikan," papar Kepala Dinas ESDM Provinsi Riau Syahrial Abdi, Kamis (3/11).

Dia menjelaskan, unit satu atau 1x110 Mega Watt (MW) dari total pembangunan mesin pembangkit listrik PLTU Tenayan Raya berkapasitas 2x110 MW dengan bahan bakar batu bara.

Untuk unit dua, lanjutnya, ditargetkan PT PLN setempat bakal beroperasi pada Maret 2017 dan akan mengalirkan daya listrik tidak cuma di Riau, tetapi ke seluruh Sumatera.

Sebab mesin pembangkit listrik dengan lokasi tepatnya di Kelurahan Sail, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru tersebut mampu masuk ke sistem interkoneksi teganggan 150 kilo Volt.

Seperti diketahui, pihaknya mengklaim kondisi listrik di Riau mengalami defisit 80 MW, sehingga pemadaman masih terjadi disejumlah daerah termasuk Pekanbaru.

"PLTU Tenayan menghasilkan 2x110 MW, tapi jumlah itu sekaligus untuk menyuplai daya listrik ke seluruh jaringan lewat interkoneksi Sumatera," ucapnya.

"Jadi, pengoperasian PLTU tersebut bukan semata-mata untuk mengatasi defisit listrik di Riau, tetapi di provinsi lain," terang dia. Manajer Sumber Daya Manusia dan Umum PLN Riau dan Kepulauan Riau, Dwi Suryo Abdullah mengatakan, unit satu PLTU Tenayan kapasitas 110 MW akan dioperasikan pada September lalu.

Namun pihaknya menemukan kendala dalam pengujian mesin pembangkit listrik untuk mendapatkan sertifikat layak operasi, termasuk sistem teganggan 150 kilo Volt.


"Kita terpaksa tunda dulu dari jadwal semula, yakni paling lambat di awal September tahun ini," katanya. Manajer PLTU 2x110 MW Tenayan Raya, Sugiharto mengaku, pembangunan proyek itu telah mengalami keterlambatan waktu beroperasi.

Tetapi pihaknya mengklaim, telah berusaha melakukan pekerjaan pembangunan proyek pembangkit tersebut secara maksimal. "Sudah di uji coba dalam beberapa kali, termasuk telah masuk ke sistem interkoneksi Sumatera. Tapi kami masih butuh waktu sekitar sebulan lagi," ucap dia.(ant/ara)

Editor:

Terkini

Terpopuler