TPID Riau Hadirkan PIHPS di Dua Daerah

Kamis, 27 Oktober 2016 - 09:56 WIB

PEKANBARU (RIAUMANDIRI.co) - Menindaklanjuti pencanangan program Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), Tim Pengelola Inflasi Daerah (Riau) berupaya terus melakukan penstabilan harga kebutuhan sembako. Penstabilan harga tersebut dengan menampilkan secara transparan 13 jenis bahan pangan dibeberapa pasar tradisional.

"Program ini sudah dibuat 1 tahun lalu, namun sekarang ini bagaimana kita bisa melinkkan dengan pusat. Sebagai wadah untuk menshare harga sembako yang ada didaerah. Saat ini untuk Riau baru 2 daerah yang sudah ada program PIHPS, yakni Pekanbaru dan Dumai," ujar Wakil Kepala TPID Riau, Ismet Inono di kantornya, Rabu (26/20).

Dijelaskannya, keberadaan program ini untuk mempermudah masyarakat dalam mendapatkan harga sembako dipasar. Dari dua daerah tersebut, untuk Pekanbaru harga yang diambil yakni harga di dua pasar tradisional yakni, cikpuan dan Sukaramai.

Untuk mendapatkan program tersebut, masyarakat bisa langsung mendowload melalui ptogram playstore melaluo android atau didowload di komputer, yang bisa didapatkan secara gratis.

Dalam program tersebut, masyarakat bisa mendapatkan informasi yang up to date, sesuai dengan warna petunjuk garis panah yang ada. Untuk warna merah menandakan adanya kenaikan, warna biru menandakan stabil dan kuning adanya penurunan.

Meski program ini baru diberlakukan di dua daerah, namun diharapkan kedepan bisa terus dikembang hingga kedaerah atau kabupaten lain. Ini juga bertujuan untuk menekan harga yang dilakukan pedagang, sehingga pedagang tidak srmbaran menaikkan harga.

Apalagi progtam ini merupakan progrsm pemerinrah, tentunya diharapkan pedagang juga tidak semena mena. Karena drngan adanya program ini, pemerintah bisa langsung melakukan pengecekan.

"Jadi jika ada kenaikan, maka bisa langsung terpantau, dan TPID tentu akan mencari solusinya seperti apa. Sehingga leran TPID dimasing masing daerah akan terlihat,"ujar Ismet.

Selain itu, keberadaan PIHPS ini tentunya juga bisa perhatian bagi pemerintah, apabila terjadinya gejolak harga dan agar bisa seragam dengan daerah lain. Bagaimana bisa menghimbau pedagang agar mau melakukan pasar murah, melalui dana emergrncy yan dimiliki oleh daerah.

"Ini juga menjadi sala satu upaya menekan kenaikan harga. Begitupula halnya, pihps ini memberikan informasi cepat mana dserah yang surplus dan mana yang defisit," tutur Ismet.(nie)

Editor:

Terkini

Terpopuler