Warga Buantan Lestari Budidayakan Bebek Daging

Rabu, 28 September 2016 - 08:38 WIB
Warga Buantan Lestari menunjukkan ternak bebek peking di pekarangan rumah yang tumbuh sehat dan gemuk.

SIAK (RIAUMANDIRI.co) - Dalam meningkatkan ekonomi keluarga, warga Kampung Buantan Lestari, Kecamatan Bungaraya mencari beberapa trobosan untuk beternak. Salah satunya beternak bebek daging yang berasal dari Medan untuk dibudidayakan di wilayah Siak. Karena, selama ini di Kabupaten Siak khususnya Kecamatan Bungaraya belum ada satupun masyarakat yang beternak bebek daging yang diperkirakan hasilnya sangat luar biasa dan berlipat ganda.


Syahril, warga Kampung Buantan Lestari, Selasa (27/9) mengatakan, bisnis budidaya bebek daging sangat mengiurkan dan menjanjikan. Sehingga adiknya Iyan (32) menekuni dan beternak bebek daging.


"Kita saat ini sedang budidaya bebek peking  (bebek daging/potong,red) dari Medan. Kita membeli satu kotaknya satu juta dan dalam satu kotak isinya 100 anak bebek, dua bulan setengah anak bebek tersebut bisa kita panen kalau makanan bebek tersebut tercukupi. Artinya panen bebek ini tergantung makannya, kalau makannya tercukupi maka bebek peking ini bisa cepat dipanen," kata Syahril menjelaskan.


Lanjut Syahril, untuk perawatan dan makan bebek peking ini sangat mudah didapat di daerahnya. Khususnya di daerah pertanian atau daerah yang banyak irigasi atau selokan. Sebab di daerah pertanian atau irigasi banyak dijumpai rumput ganggeng yang sangat disukai oleh bebek daging tersebut.


"Yang enaknya kalau memelihara bebek peking ini, makanannya cukup gampang dicari, yaitu dedak dan ampas tahu, selain itu untuk tambahannya rumput ganggeng yang bisa didapat di pinggiran parit atau irigasi. Jadi bebek peking ini lebih lahap makannya kalau dedak ini dicampur dengan rumput ganggeng yang sudah kita cincang dan membuat bebek peking ini menjadi cepat gemuk," terangnya.


Ketika ditanya, berapa modal awal beternak bebek peking ini, ia menjawab sekitar Rp3 juta.


"Kita saat ini baru mencoba beternak 300 ekor bebek peking, dengan anggaran Rp3juta rupiah. Selama 40 hari kita ternak bebek ini sudah menghabiskan dedak sekitar 400 kilogram. Harga dedak perkilo Rp2.500. Jadi kalau dipikir bisnis ini masih untung berlipat ganda, karena harga bebek perekor mencapai 45-40 ribu rupiah," paparnya.


Syahril juga mengungkapkan, warga di Buantan Lestari yang sudah duluan beternak bebek peking banyak yang sudah berhasil.
"Penjualan bebek peking ini sangat cepat, penampungnya juga sudah tersedia, jadi kami tidak khawatir," ujarnya.


Hal senada disampaikan Udin (34) warga Buantan Lestari. Menurutnya, budidaya bebek peking ini sangat menjanjikan dibanding ternak ikan. Yang mana, bebek peking ini sangat mudah mencari makanannya, disekitar lingkungan secara alami makan bebek ini bisa didapat.


"Di samping perawatannya yang mudah, mencari makannyapun tidak susah-susah, apa lagi di daerah kita tempat lumbung padi tentunya banyak dedak padi yang bisa kita beli di kilang padi dengan harga murah dibanding harga pelet ikan atau por ayam," tuturnya.


Sementara itu, Penghulu Kampung Buantan Lestari Sadeli memberikan aspresiasi kepada warganya yang telah memberikan contoh cara ternak atau budidaya bebek peking tersebut.


"Ini merupakan terobosan baru dari masyarakat kami yang ingin meningkatkan ekonomi keluarga. Kalau dilihat dari pada ternak ikan, mendingan ternak bebek peking ini, karena harga pakannya murah dan bisa didapat disekitar lingkungan kita. Untuk itu, karena warga kami ini secara swadaya melakukan ternak bebek, kepada dinas terkait yaitu Dinas Peternakan agar dapat membantu masyarakat untuk mengembangkan usahannya dibidang peternakan, kususnya ternak bebek peking," pungkasnya.(gin)

Editor:

Terkini

Terpopuler