Gizi Buruk, Diskes-Mahasiswa Gelar Pertemuan

Sabtu, 10 September 2016 - 08:55 WIB
SUASANA audiensi yang digelar Dinas Kesehatan dengan BEM se-Kampar dan GPPI.

BANGKINANG KOTA (RIAUMANDIRI.co) - Mahasiswa dan Gerakan Pemuda Patriotik (GPPI) Kampar menemukan adanya kasus gizi buruk di TK Pembina, Jumat (2/9) lalu.

Dua balita, Putra (4) dan Putri (2) anak pasangan Selfi dan Musleh ini ditemukan dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, dalam keadaan lemas dan sakit-sakitan.

Alhasil, Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar melaksanakan audiensi dengan gabungan BEM Kampar, terdiri dari BEM Stikes Tuanku Tambusai, BEM POLKAM dan BEM STIE Bangkinang serta GPPI Kampar, Jumat (9/9).

Selain dihadiri mahasiswa, audiensi juga dihadiri Kadis Kesehatan dr Muhammad Haris, Sekretaris Sasminedi dan jajaran, Dirut RSUD Bangkinang dr. Wira Dharma, Petugas Puskesmas Salo dan Tim Penanggulangan Gizi (TPG) Salo.

Dalam pemaparannya mahasiswa menyayangkan kondisi rumah sakit yang melakukan penolakan dengan alasan kamar yang penuh. "Kami sangat menyayangkan adanya penolakan dari pihak rumah sakit masih adanya penolakan dengan alasan kamar penuh," terang Ryan Wakil Ketua BEM Stikes ini.

Menanggapi hal tersebut Dirut RSUD, dr Wira mengungkapkan, sesuai protap ataupun SOP tidak semua ruangan tersebut bisa dijadikan untuk menangani pasien.

"Walaupun terdengarnya klasik, tapi begitulah kenyataannya, terbatasnya ruangan untuk rawat inap pasien, dan tidak semua ruangan itu bisa kita gunakan karena ada zona atau daerah merah, kuning, hitam dan lain jadi kalau pasien itu kita masukkan kesembarang ruangan karena bisa membahayakan pasien," bebernya.

Sementara itu Kadis Kesehatan, dr Haris mengapresiasi kontrol mahasiswa dan menginstruksikan kepada petugas medis untuk Saya mengapresiasi apa yang dilakukan mahasiswa, saya juga minta maaf jika ada pelayanan yang kurang baik dan kami akan perbaiki itu, kita juga punya wacana menyediakan ruangan untuk menyelesaikan masalah administrasi pasien, dan secepatnya akan kita realisasikan, " ungkapnya.

Dirinya juga menginstruksikan pihak medis untuk fleksibel dalam melayani masyarakat. Semakin Membaik Sementara itu, kedua balita yang mengalami gizi buruk keadaannya semakin membaik. "Keadaannya semakin membaik, sudah mau makan, untuk perawatan klinis memakan waktu seminggu sampai 10 hari," terang dr Wira.

Setelah keluar dari rumah sakit balita ini akan mendapatkan pemberian makanan tambahan (PMT). "Kami akan menyerahkan ke TPG DI puskesman Salo, setiap minggu kita tunggu pelanggulangannya selema 3 bulan sesui protapnya," tambah Afni bagian gizi Diskes Kampar.

Berdasarkan keterangan Petugas Puskesmas Salo, Putra dan Putri memang tidak pernah ke Posyandu selama menetap di Salo. "Memang putra putri tidak pernah ke posyandu, maupun ke Postu selama menetap di Salo, kami pernah datang kerumah putra putri, setelah mendengar pelaporan dari petugas, tapi susah karena orang tuanya pindah-pindah," beber Afni. ***

Editor:

Terkini

Terpopuler