Kapolres Akui Penangkapan tak Sesuai SOP

Kamis, 11 Agustus 2016 - 09:05 WIB
Ilustrasi

TEMBILAHAN (riaumandiri.co)-Terkait tewasnya Indra Gamal (55), warga Petalongan, Kecamatan Keritang, diduga korban pencurian dengan kekerasan yang melibatkan anggota Polri dibantah Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung.


Ia berdalih, keterlibatan dua anggota Polri tersebut guna melakukan penangkapan tersangka narkotika jenis sabu-sabu yakni Indra Galmal yang ketangkapan membawa sabu-sbu seberat 5 gram. "Namun saat diamankan pelaku mencoba melakukan perlawanan terhadap petugas," beber Kapolres Inhil, Rabu (10/8).


Dikatakan, pada saat akan dibawa ke Polsek setempat, para petugas yang sedang membawa tersangka berpapasan dengan seorang pria yang diduga merupakan anak korban.

"Pada saat itu, tersangka langsung menginstruksikan anaknya tersebut untuk memberitahu penangkapan dirinya ke sanak keluarga," terang Kapolres.


Beberapa saat kemudian, datanglah puluhan orang yang mengelilingi anggota yang sedang bertugas, dan mereka diduga masyarakat setempat. Lanjut Kapolres, merasa tidak digubris oleh masyarakat dan terdesak, kedua petugas tersebut langsung menyelamatkan diri dengan meninggalkan pelaku.


"Baru dapat kabar pada Minggu malam pelaku telah meninggal dunia di RS Rengat," ucap Kapolres. Sementara itu, AKBP Dolifar Manurung mengakui dua anggotanya dalam menegakkan hukum pemberantasan narkotika tidak sesuai SOP.


"Memang ada kesalahan, setelah kita lihat kita cek ada kesalahan prosedur waktu penangkapan, ini yang ingin kita kembangkan dan lakukan pemeriksaan dan anggota tersebut saat ini sedang dilakukan pemeriksaan," pungkasnya.


Seperti diketahui, berdasarkan keterangan keluarga korban, Indra Gamal ditemukan, Sabtu (6/8) di sebuah perkebunan di desa Petalongan, Kecamatan Keritang, oleh keluarga korban dan dibawa ke Rumah Sakit Indrasari Rengat, dan menghembuskan nafas Minggu (7/8). (dan)

Editor:

Terkini

Terpopuler