Ratusan Rumah di Padang Terendam Banjir

Selasa, 02 Agustus 2016 - 10:12 WIB

Padang (riaumandiri.co)-Ratusan rumah di Kelurahan Sungai Sapih, Kota Padang, Sumatera Barat, direndam banjir akibat hujan deras yang melanda daerah itu sejak Senin (1/7)pagi.
"Hujan deras ada sejak pukul 11.00 WIB namun air tergenang dan merendam rumah penduduk baru sore ini," kata salah seorang warga yang rumahnya terkena banjir Iwan di Padang.


Ia mengatakan banjir ini kerap terjadi karena belum adanya pembenahan terhadap keberadaan Banda Luruih. "Air dari hulu sungai tidak lagi tertampung sehingga meluap ke jalan dan rumah penduduk," jelas dia.


Sedangkan akses utama menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Rasidin Kota Padang, terendam banjir hingga 80 centimeter. "Ya, akses jalan memang terendam banjir cukup tinggi, air juga tadi masuk ke ruang poliklinik dan bangsal bedah namun tidak begitu tinggi," kata Direktur RSUD dr Rasidin, Herlin.


Ia mengatakan terendamnya akses dari jalan Bypass menuju rumah sakit karena badan jalan yang lebih rendah dari rumah sakit. "Untuk rumah sakit sendiri pastinya besok kita bersihkan ruangan menunggu air surut terlebih dahulu," kata dia. Herlin mengatakan untuk banjir kali ini pasien tidak dipindahkan karena tidak terlalu tinggi.
"Banjir ini memang kerap terjadi apalagi saat hujan deras namun kita pastikan pasien yang dirawat selalu aman," kata dia.


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah-Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Rudi Rinaldi mengatakan banjir memang terjadi pada beberapa titik di kota ini.
"Mulai dari daerah Koto Tuo, Sungai Sapih, Perumahan Berlindo dan Ikur Koto akibat hujan deras yang datang dari siang hari," kata dia. Ia mengatakan dalam menghadapi banjir ini pihaknya telah membagi anggota sejak hujan deras turun.


"Kita sudah membagi anggota untuk turun kelapangan untuk mengamati dan lakukan evaluasi kalau memang butuh bantuan akan kita kirimkan tim," sebut dia. Ia mengimbau masyarakat yang tinggal disepanjang aliran sungai untuk segera melakukan evakuasi ketika hujan deras.


"Jangan menunggu air bah dahulu baru melakukan evakuasi, namun harus lebih waspada ketika hujan deras," sebut dia. (ant/azw)

Editor:

Terkini

Terpopuler