Kritik Esteban Gutierrez

Selasa, 02 Agustus 2016 - 09:55 WIB
Daniel Ricciardo

Hockenheim (riaumandiri.co)- Driver Red Bull Daniel Ricciardo mengaku cukup kesal dengan pebalap Haas Esteban Gutierrez. Perkaranya adalah soal bendera biru di GP Jerman.
Dalam balapan GP Jerman di sirkuit Hockenheim, Minggu (31/7) malam WIB, Ricciardo finis di posisi dua. Dia berada di belakang pebalap Mercedes Lewis Hamilton yang memenangi balapan dan di depan rekan setimnya, Max Verstappen, yang naik podium tiga.


Hasil itu sepatutnya cukup untuk membuat Ricciardo pulang dengan puas, mengingat dua pebalap timnya berhasil naik podium. Tapi faktanya ada problem yang sangat mengganjalnya.
Sebabnya adalah tindakan Gutierrez di tahap akhir balapan, yang enggan memberikan jalan ke Ricciardo untuk melakukan overlap. Kasus ini sendiri kembali membuat Gutierrez disorot karena sebelumnya sudah mendapatkan hukuman untuk insiden serupa di GP Hongaria sepekan lalu.


Ketika itu, pebalap Haas tersebut membuat Hamilton tertahan. Dia akhirnya mendapatkan hukuman penalti lima detik karena mengabaikan bendera biru, tanda untuk memberikan jalan ke pebalap di belakang.


"Sejujurnya, di luar lintasan saya tidak punya masalah dengan Esteban. Saya rasa dia sebenarnya adalah salah satu sosok yang baik," kata Ricciardo dikutip Motorsport, seperti dilansir dari detiksport.


"Belakangan di trek sudah muncul bahwa beberapa dari kami sudah tidak terlalu terkesan dengan insiden bendera biru dan kami mendiskusikannya di pertemuan pebalap."
"Saya sudah dalam posisi siap. Saya tahu menyebalkan untuk menyingkir dari jalur balapan, tampaknya di tiga balapan terakhir secara beruntun semua orang melakukannya dengan baik dan dia melakukannya dengan kurang baik dibanding yang lainnya. Jadi sedikit bikin frustrasi."


"Saya mencoba untuk mengatakannya sesopan mungkin. Dia sudah diberitahu sebelumnya. Saya pikir pesannya sudah tersampaikan, tapi bagi saya, saya kehilangan lebih banyak waktu di belakangnya dibandingkan yang lainnya," imbuhnya. (dtc/ril)

Editor:

Terkini

Terpopuler