Perlu Ada Keterwakilan Perempuan di KPPS

Jumat, 22 Juli 2016 - 10:58 WIB
Ketua KPU Kampar Yatarullah dan Camat Bangkinang Kota M Salim menyaksikan penandatanganan berita acara pelantikan PPS di Kantor Camat Bangkinang Kota, Rabu (20/7).

BANGKINANG (Riaumandiri.co) - Dalam pembentukan kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS) pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kampar tahun 2017, perlu diperhatikan keterwakilan perempuan. PPS didorong  untuk mengakomodir keterwakilan perempuan dalam KPPS tersebut.

Demikian disampaikan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kampar Yatarullah, SAg, MH, MHum saat melantik dan mengambil sumpah anggota PPS dari Kecamatan Bangkinang Kota, Bangkinang, Kuok dan Salo di aula Kantor Camat Bangkinang Kota, Rabu (20/7). “Sesuai dengan amanah  undang-undang, kita disarankan untuk memperhatikan keterwakilan perempuan dalam penyelenggaraan pemilu termasuk di KPPS nanti,” ujar Yatarullah.

 
Disampaikan Yatarullah, KPU Kampar dalam rekrutmen Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan PPS juga memperhatikan keterwakilan perempuan. “Di PPK dan PPS kita juga mengupayakan keterwakilan perempuan, sehingga banyak perempuan yang duduk di PPK dan PPS," ujarnya.
Namun demikian, Yatarullah juga mengingatkan meskipun memperhatikan atau mengakomodir  perempuan, tapi juga harus mempertimbangkan kemampuan mereka. "Kalau memang dirasa tidak mampu dan mereka (perempuan) tidak ingin ikut, tentu  tidak bisa dipaksakan,” ujarnya.


Hadir dalam pelantikan tersebut Camat Bangkinang Kota HM Salim, MSi beserta tamu dan undangan. Usai pelantikan  dilaksanakan bimbingan teknis penyelenggaraan pilkada bagi PPS.
Camat Bangkinang Kota M Salim pada kesempatan tersebut menyampaikan, pelaksanaan Pilkada Kampar hendaknya menjadi pilkada tersukses di Riau. “Kabupaten Kampar menjadi barometer, dan ini harus menjadi motivasi kita untuk menyelenggarakan Pilkada ini lebih baik,” ujarnya.


Ia mengingatkan, agar setiap penyelenggaraan bertekad untuk mensukseskan Pilkada. “Kesuksesan kita bukan menghantarkan seseorang untuk duduk tapi sukses menyelenggarakan pilkada hingga terpilih pemimpin (kepala daerah) pilihan rakyat,” ujarnya.
Kemudian Yatarullah dalam materi bimteknya menjelaskan bagaimana posisi dan tata kerja PPS dalam penyelenggaraan Pilkada Kampar 2017. “Kerja PPS cukup berat, oleh sebab itu mari kita kerjakan  tugas dan tanggungjawab kita sesuai dengan aturan yang berlaku. Yang bisa memaksa kita itu adalah aturan bukan calon atau tim sukses,” ujarnya.


Ia juga mengingatkan PPS untuk meningkatkan kepekaan terhadap pemilu. “Kita harus ada kepekaan terhadap pilkada ini, kita  harus paham dengan tugas kita,” ujarnya.
Kemudian harus ada kontrol administrasi. “Tertib administrasi penting, dengan tertib administrasi pekerjaan akan menjadi lancar dan sukses,” ujarnya.
Selanjutnya tingkatkan  integritas, independensi dan netralitas.  “Jangan sampai kita memihak kepada satu calon pun. Kita sebagai penyelenggara menjadi perhatian publik, duduk saja kita menjadi perhatian,” ujar Yatarullah menambahkan bahwa kekuatan lain bagi penyelenggara adalah perbanyak doa kepada Allah SWT. ***

Editor:

Terkini

Terpopuler