1 Ton Garam Disemai di Pesisir Riau

Sabtu, 16 Juli 2016 - 10:01 WIB
garam

PEKANBARU (riaumandiri.co)-Sebanyak satu ton garam disemai di langit Riau, tepatnya di kawasan Riau bagian pesisir, Jumat (15/7). Langkah itu merupakan bagian dari teknologi modifikasi cuaca, dalam rangka menciptakan hujan buatan untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.


Dipilihnya kawasan Riau bagian pesisir, disebabkan di kawasan itu dinilai cukup rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebab, sudah cukup lama kawasan itu belum kunjung diguyur hujan sejak beberapa waktu belakangan ini. Selain itu, di kawasan itu banyak terhampar lahan gambut.


Menurut anggota Satgas Udara Karhutla Riau, Letnan Satu Sheriff, Jumat sore kemarin,


1 Ton
 kawasan yang disemai garam tersebut antara lain di Kabupaten Rokan Hilir, serta sejumlah titik dalam kawasan pesisir Riau. Sejauh ini, di kawasan tersebut masih ditemukan titik panas. Kegiatan ini dilakukan Satgas Karhutla Provinsi Riau dengan berkoordinasi dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).



"Wilayah operasi TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca,red) hari ini (kemarin,red) dilakukan di area yang terdapat titik panas, seperti Rokan Hilir dan pesisir Riau lainnya," terangnya.


Dijelaskannya, penyemaian garam tersebut dilakukan dengan menggunakan satu unit pesawat Cassa bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan nomor registrasi PK PCT. Proses penyemaian dilakukan sekitar pukul 14.00 WIB. "Penyemaian dilakukan pada awan yang berpotensi hujan dan dekat dengan wilayah kebakaran lahan pada ketinggian 8.000-11.000 kaki," jelasnya.

Provinsi Riau sejak hari ini akan terus menggalakkan penggunaan TMC dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla melalui hujan buatan. Program TMC ini sendiri akan terus dilakukan hingga wilayah tersebut memasuki musim penghujan yang diperkirakan pada September 2016 mendatang.
     


Keberadaan titik api yang mengindikasikan karhutla di Riau dalam sebulan terakhir terus fluktuatif.  Pada hari ini (kemarin,red), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru memantau keberadaan 6 titik api di wilayah Batu 8 dan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir.

Sebagai upaya pemadaman di wilayah tersebut, selain mengandalkan TMC, Sheriff juga mengatakan pihaknya menerbangkan dua unit helikopter dan dua pesawat air tractor pengebom air guna pemadaman melalui jalur udara secara langsung.
   
"Operasi pengeboman air wilayah tersebut masih terus dilakukan. Dari pantauan udara, kebakaran di sana cukup besar," lanjut Sheriff.

Kebakaran lahan yang terjadi di wilayah Rokan Hilir berulang kali terjadi. Dalam beberapa pekan terakhir, kebakaran hebat di wilayah pesisir Riau itu selalu berpindah, meski TNI dan Polisi telah menyegel salah satu lahan yang terbakar pada akhir Ramadan lalu.
     
Tinjau Langsung
Dari Rohil, Bupati Suyatno menyempat diri meninjau langsung lokasi Karhutla di Kepenghuluan Labuhan Tangga Hilir, Kecamatan Bangko, Jumat kemarin. Dalam kesempatan itu, Bupati meminta semua pihak terkait segera mengusut dan menangkap pelaku pembakaran lahan tersebut.
Dalam kunjungan itu, Bupati juga ikut merobohkan sejumlah gubuk yang ditemukan di sekitar lokasi kebakaran. Diduga, gubuk-gubuk itu digunakan pelaku Karhutla di kawasan itu. Di bawah gubuk itu, Bupati sempat menemukan parang dan babat.


Melihat kondisi kebakaran di areal itu, Suyatno menegaskan dirinya akan terus memantau perkembangan di lapangan secara langsung. Ia juga berencana membatalkan rencananya ke Siak dan tetap akan berada di Bagansiapiapi memantau perkembangan.


Diamankan
Sementara itu dari Rokan Hulu, jajaran Satreskrim Polres Rokan Hulu telah memeriksa seorang pria bermarga Sianturi, selaku pemilik lahan yang terbakar di Sei Pakis Desa Pemandang, Kecamatan Rokan IV Koto.

Selain pemilik lahan, Kepolisian juga sudah memanggil dan memeriksa saksi bernama Laris Marbun (35), selaku pengawas lahan yang terbakar. Warga Desa Pemandang ini sudah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan pihak Kepolisian.

Berdasarkan keterangan Sianturi dan Laris Marbun, pembukaan lahan dilakukan dengan cara dibakar. Rencananya, lahan di Sei Pakis Desa Pemandang tersebut akan dijadikan perkebunan kelapa sawit.

Kapolres Rohul AKBP Pitoyo Agung Yuwono, melalui Paur Humas Ipda Efendi Lupino mengatakan, hasil pemeriksaan terharap tersangka Laris Marbun warga Desa Pemandang, dan rekannya Irpan Limbong (22) yang masuk DPO mengakui telah melakukan pembakaran lahan pada Senin (27/6) silam sekira pukul 16.00 WIB. Saat ii, Laris sudah ditahan, sedangkan Irpan masih dalam proses pengejaran. (dod, rtc)

Editor:

Terkini

Terpopuler