Tuah Pemain Pengganti

Selasa, 12 Juli 2016 - 16:53 WIB
Kapten Timnas Portugal Cristiano Ronaldo mengangkat trofi saat timnya tampil sebagai jawara Euro 2016.

PARIS (HR)-Sepakbola memang tak bisa diduga. Ada saja kejadian yang sungguh di luar perkiraan semua orang. Portugal memang telah mengukuhkan diri sebagai jawara Euro 2016, setelah sukses mengalahkan Prancis di babak final dengan skor 1-0, Selasa dini hari kemarin.



Petuah
Namun yang sama sekali tak bisa diduga-duga, tentu saja peran Eder. Ia telah menjelma menjadi pahlawan bagi Portugal, dengan gol tunggalnya pada menit 109. Gol yang sekaligus membuat harapan Prancis menjadi jawara di kandang sendiri, akhirnya kandas.

Kalau dilihat dari kiprahnya selama perhelatan ini berlangsung, Eder sama sekali tak menonjol. Ia hanya menjadi pemain pengganti, yang hanya turun tiga kali dari bangku cadangan. Eder tak pernah merasakan merumput lebih dari enam menit dalam setiap laganya.

Dalam laga kemarin, ia sempat bermain selama 11 menit, yang sekaligus waktu terlamanya merasakan beraksi di ajang Euro 2016.

Ada kisah menarik di balik misteri seorang Eder. Ia ternyata seorang anak pengungsi yang dititipkan keluarganya ke yayasan panti asuhan karena tak mampu lagi membiayai pendidikan sang anak. Siapa sangka, bocah itu akhirnya tampil sebagai pemain penentu bagi negara adopsinya,

Di level klub, karir Eder juga terhitung biasa-biasa saja. Ia menanjaki karir sehingga bisa menembus Liga Inggris bersama Swansea, akhir musim lalu. Ia hanya tampil sebagai starter sebanyak dua kali, dan 11 kali sebagai pemain pengganti. Sepanjang kiprahnya membela Swansea, Eder juga hanya sekali melepas tembakan tepat sasaran, tanpa ada assist atau gol. Sehingga ia menjadi terlupkan.  Namun begitulah sepakbola. Eder akhirnya tampil sebagai pahlawan bagi timnya.  


Tak Terobsesi
Selain Eder, sosok Cristiano Ronaldo tentu juga menjadi sorotan. Kemenangan ini, disebut-sebut akan memperbesar peluang Ronaldo untuk meraih Ballon d'Or.

Bagi Portugal, itu adalah gelar pertama mereka di turnamen besar internasional. Pun demikian untuk Ronaldo, yang juga ikut merasakan pahitnya kekalahan di final Piala Eropa 2004.

"Saya sudah menantikan untuk juara (turnamen besar internasional) dalam waktu yang lama, sejak 2004. Saya benar-benar gembira, ini adalah salah satu momen terbaik dalam karier saya," ujar Ronaldo seperti dikutip dari AS.

"Saya selalu bilang kalau saya ingin juara bersama Portugal untuk masuk dalam sejarah dan saya sudah melakukannya. Ini adalah momen tak terlupakan. Saya sudah memenangi segalanya di level klub, tapi saya kurang sesuatu bersama timnas."

Sukses mengantar Portugal jadi juara Piala Eropa, Ronaldo pun digadang-gadang jadi kandidat kuat peraih Ballon d'Or 2016. Apalagi di tahun ini dia juga memenangi Liga Champions bersama Real Madrid.

Ditanya soal Ballon d'Or, Ronaldo tak menampik kalau gelar Piala Eropa akan mendongkrak peluangnya. Tapi pemain berusia 31 tahun itu mengaku tak terobsesi.

"Kemenangan ini akan membantu saya, tapi saya tidak terobsesi," kata Ronaldo.

Sejak berganti menjadi FIFA Ballon d'Or, Ronaldo sudah memenanginya dua kali (2013 dan 2014). Dalam penghargaan FIFA Ballon d'Or 2015 lalu, Ronaldo finis sebagai runner-up di belakang Lionel Messi. (bbs, kom, dtc, sis)

Editor:

Terkini

Terpopuler