Diskes Tegaskan Vaksin Palsu tak Masuk Rohil

Kamis, 30 Juni 2016 - 13:52 WIB
Kunjungan Kerja-Bupati Rokan Hilir, Suyatno, mendampingi Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, ketika melakukan kunjungan kerja ke Rokan Hilir.

BAGANSIAPIAPI (riaumandiri.co)-Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hilir memastikan vaksin palsu yang beredar di berbagai daerah belakangan ini sangat kecil ditemukan di Rohil. Pasalnya, vaksin yang dibagikan ke seluruh Posyandu didatangkan langsung dari Kementrian Kesehatan melalui Diskes Provinsi Riau.
Demikian ditegaskan Kepala Diskes Rohil, HM Junaidi Saleh, Rabu (29/6/2016), di ruang kerjanya. Dijelaskan, vaksin yang selama ini didistribusikan ke Posyadu untuk kebutuhan imunisasi balita berstandar Nasional Indonesia (SNI).
"Imunisasi kan kita berikan gratis ke seluruh Posyandu untuk kebutuhan seluruh balita di Rohil. Nah, sedangkan imunisasi gratis saja terkadang para ibu masih enggan membawa anaknya ke Posyandu. Jadi vaksin yang kita distribusikan ke Posyandu bukan dibeli dari apotik atau tempat lain, melainkan dari Kemenkes langsung," terang Junaidi.
Ia juga mengatakan kalau vaksin untuk imunisasi yang mereka salurkan bermerek dagang Biofarma yang telah bekerjasama dengan Kemenkes. "Kemenkes kerjasama dengan Biofarma. Nah, vaksin Biofarma yang ber-SNI itulah yang disalurkan kepada kita lalu kita teruskan ke seluruh Posyandu. Jadi kecil kemungkinan vaksin palsu beredar di Rohil," tegasnya.
Menyangkut ditemukannya vaksin palsu oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pekanbaru dan hasil temuan itu dikoordinasikan dengan Diskes Riau, Junaidi enggan mengomentarinya lebih jauh.
"Kalaupun dari temuan itu membuat kesimpulan Diskes kabupaten/kota harus melakukan inspeksi medadak ke seluruh apotik, maka kita harus lakukan. Kita tunggu saja apa yang menjadi keputusan dari pertemuan Diskes Riau dan BPOM Pekanbaru," tegas Junaidi lagi.
Namun demikian, Kadiskes Rohil ini mengimbau para ibu wajib membawa anaknya untuk mendapatkan vaksin ke Posyandu-Posyandu terdekat. "Jangan beli vaksin sendiri di apotik. Karena kita sudah gratiskan di Posyandu. Terlebih memberi sendiri vaksin terhadap anak. Karena sudah ada petugas khusus yang kita tugaskan," imbaunya.
Sementara Direktur RSUD Bagansiapiapi, Tri Buana Tungga Dewi, juga memastikan vaksin palsu yang dibuat oleh Pasutri asal Semarang itu, tidak akan sampai beredar ke Bagansiapiapi. Apalagi RSUD Bagansiapiapi tidak lagi mendapatkan distribusi vaksin dari Dinas Kesehatan.
"Di RSUD kita tidak lagi melayani vaksinasi. Semuanya sudah dilayani melalui Puskesmas. Tambahan lagi vaksin yang diterima oleh Diskes merupakan vaksin keluaran Bio Farma milik pemerintah," kata Tri, Selasa (28/6).
Untuk Rohil, Tri menuturkan, penggunaan vaksin palsu tidak bisa masuk di rumah sakit milik pemerintah. Tapi yang rawan adalah rumah sakit swasta yang ada di Bagan Batu. Ditambah lagi kabar beredarnya vaksin palsu sudah sampai di Medan, Sumatera Utara.
"Bagan Batu kan dekat dengan Medan. Jadi kita khawatir vaksin itu bisa saja beredar di Bagan Batu," kata Tri yang berharap agar para ibu tidak ragu memberikan vaksin lanjutan kepada bayinya.(adv/humas/hrc/grc)

Editor:

Terkini

Terpopuler