Dispora Koordinasi dengan PBSI Riau

Rabu, 02 Maret 2016 - 10:42 WIB
Cabor bulutangkis mendapat perhatian dari Dispora Riau dengan berkoordinasi bersama PBSI Riau dalam hal pembinaan.

PEKANBARU (riaumandiri.co)-Untuk mensinkronkan program antara Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar Dispora Riau dengan Pengprov Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia Riau, Kepala UPT Dispora Riau, Kaifi Azmi menggelar rapat koordinasi dengan Ketua Pengprov PBSI Riau, Yuharman, Selasa (1/3) di Pekanbaru.

Dalam rapat ini dibahas tentang program pembinaan di PPLP Riau dengan tujuan menghasilkan bibit-bibit atlet bulutangkis potensial di Riau. Selain itu, juga dibahas tentang program bulutangkis di Popwil 2016 di Pekanbaru, Popnas 2017 dan PON Remaja 2017.

"Ada banyak hal yang kita bahas dengan PBSI Riau. Yang paling utama adalah program pembinaan atlet di PPLP. Tujuannya adalah bagaimana out put dari PPLP ini bisa menghasilkan atlet berprestasi yang mengharumkan nama Riau," kata Kepala UPT Dispora Riau, Kaifi Azmi kepada Haluan Riau, usai rapat.

Kaifi mengakui bahwa PPLP cabor bulutangkis adalah cabor baru yang direkrut di PPLP baru tahun ini. Untuk itu, dibutuhkan sinkronisasi dengan PBSI Riau supaya bisa menghasilkan atlet berprestasi.

"Bulutangkis baru masuk tahun ini bersama basket, tenis meja dan voli. Untuk itu, jelas kita membutuhkan kesamaan visi dengan cabor masing-masing. Kita akan berkoordinasi terus dengan cabor tersebut," kata Kaifi didampingi stafnya, Alvira dan Iskandar.

Sementara Ketua Umum PBSI Riau, Yuharman mengatakan bahwa pihaknya menyambut positif upaya yang dilakukan Dispora Riau untuk membentuk PPLP cabor bulutangkis.

"Kita tentu merespon positif dengan adanya pembinaan dari pemerintah melalui PPLP Dispora Riau. Awalnya, kita memang tidak dilibatkan saat pembentukan dan seleksi atlet, namun dengan adanya komunikasi sekarang ini diharapkan antara Dispora dan PBSI bisa terjalin komunikasi yang lancar," jelas pimpinan Bank Riau Kepri Cabang Utama Pekanbaru itu.

Yuharman mengatakan untuk menghasilkan atlet berprestasi yang dibina di PPLP dibutuhkan seleksi yang objektif. Ia menyebutkan untuk saat ini, atlet yang sudah masuk PPLP bukanlah atlet yang terbaik di Riau.

"Atlet yang ada di PPLP sekarang bukan yang terbaik, sebab masih banyak di luar atlet yang lebih bagus. Untuk itu, ke depannya, kita berharap ada koordinasi dengan kita sehingga bisa menghasilkan yang terbaik," katanya.
Selain itu, kata Yuharman dibutuhkan komitmen pembinaan antara PPLP, Pengprov cabor dan klub yang menaungi atlet sehingga tidak terjadi tumpang tindih pembinaan.

"Atlet tersebut berasal dari klub, jadi bagaimana bentuk pembinaannya tentu juga harus melibatkan klub. Harus diakui bahwa pembinaan di PPLP sudah mendapat jaminan seperti pendidikan, latihan dan bahkan uang saku serta bonus jika berprestasi, namun demikian tentu harus ada komitmen dengan klub dan cabor," jelasnya.***

Editor:

Terkini

Terpopuler