Menanti Kemurahan Hati dan Uluran Tangan

Kamis, 25 Februari 2016 - 09:04 WIB
ilustrasi

TAMBUSAI (riaumandiri.co)- Bayi laki-laki bernama Syawal, yang lahir dari pasangan Junedi dan Roida memiliki kelainan pada bagian anggota tubuhnya. Pada bagian kepala tepatnya di sekitar ubun-ubun mengeluarkan daging tumbuh sekitar 15 centimeter.

 Dan saat ini bayi malang ini dirawat di rumah kediamannya.

“Melihat situasi keluarga ini cukup memprihatinkan. Sebagai bentuk kepedulian, saya mengurus kartu BPJS agar biaya operasi bisa gratis. Namun setelah kartu BPJS-nya keluar, kendala lainnya soal kebutuhan pangan sehari-hari. Maklum keluarga Junaidi ini tidak memiliki pekerjaan tetap.

Hal ini cukup ironis dan perlu uluran tangan masyarakat untuk membantunya,” ungkap Wahyuni, warga Tambusai Selasa (24/2).

Menurut Wahyuni, bayi malang berusia satu tahun tersebut sebenarnya sudah pernah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad, Pekanbaru.

Namun karena usia anak tersebut belum layak untuk dioperasi, selanjutnya oleh pihak dokter rumah sakit melakukan perawatan jalan hingga sambil menunggu cukup umur.

“Inilah yang mengetuk pintu hati kita saat ini.

 Ketika biaya operasi berhasil gratis, persoalan lainnya yakni mengenai kebutuhan hidup.

 Sesama warga saya hanya bisa mengajak pihak ketiga yang memiliki rezeki lebih, agar membukakan hati dan mengulurkan tangan untuk menyalurkan bantuan kepada bayi ini. Mereka ini dilayak dibantu untuk amal ibadah,” harap Wahyuni.

Ditambahkan Wahyuni, jika ada masyarakat atau pejabat Pemerintah yang bermurah hati untuk menyalurkan bantuan bisa langsung menyerahkannya kepada yang bersangkutan di Kelurahan Tambusai Tengah, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu.

 “Sesuai hasil koordinasi belum lama dengan Junaidi, anak sulungnya itu masih dipasangi selang dihidung,” tutupnya.(gus)

Editor:

Terkini

Terpopuler