Baru Bisa Turun pada 1 April

Senin, 15 Februari 2016 - 08:23 WIB
Ilustrasi

JAKARTA (riaumandiri.co)- Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) konsisten dalam evaluasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Solar, yakni per tiga bulan. Walaupun banyak yang mendesak agar harga BBM diturunkan, ditengah anjloknya harga minyak dunia.

"Kalau ditanya kapan harga BBMnya turun, kita tetapkan akhir Maret untuk bulan April. Kita konsisten untuk menetapkan, evaluasi harga BBM per tiga bulan," tegas Direktur Migas Kementerian ESDM Agus Cahyono Adi di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Minggu (14/2).

Agus menjelaskan, pada dasarnya evaluasi harga BBM per tiga bulan sekali sudah disepakati pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Sebelumnya, evaluasi harga BBM dipertimbangkan selama satu bulan, tiga bulan dan enam bulan. Namun diputuskan, evaluasi harga BBM ditetapkan per tiga bulan.

"Kita akan hitung apa yang terjadi tiga bulan terakhir. Komponennya seperti harga minyak produknya di pasaran, kurs, biaya distribusi. Kalau sudah nemu angkanya, itu yang akan ditetapkan untuk harga BBM 1 April," terangnya.

Namun, Agus mengakui, jika harga minyak dunia terus turun atau bergerak stagnan dilevel USD20-USD30 per barel seperti saat ini, maka akan ada penurunan harga BBM. Sayangnya, Agus tidak menjelaskan, berapa potensi penurunan harga BBM untuk 1 April.

"Sudah ada rumusan. Itu kita gunakan. Kita enggak ada spekulasi. Tapi kalau dilihat keadaannya tiga bulan kedepan sama, sepertinya ada penuruanan, tapi saya enggak tahu berapa penurunannya," katanya.

Menurut Agus, evaluasi harga BBM per tiga bulan yang dilakukan pihaknya bukan berarti pemerintah tidak mau turunkan harga BBM. Hal ini dikarenakan, evaluasi harga BBM akan dilakukan pada akhir Maret dengan melihat perkembangan yang terjadi.

"Kita hitung, kalau pun nanti ada cantolan hukum dana ketahanan energi bisa masukan dana ketahanan energi. Pada saatnya kita evaluasi. Kan kemarin sudah 1 Januari, ini evaluasi tiga bulan, jadi mulainya 1 April," tukasnya.(okz/ara)

Editor:

Terkini

Terpopuler