Wujudkan Indonesia Menuju Zero Accident Tahun 2020

Senin, 21 Desember 2015 - 11:21 WIB
ilustrasi
PEKANBARU (HR)-Kepolisian Daerah Riau melalui Direktorat Lalu Lintas Polda Riau akan menggandeng produsen kendaraan bermotor atau dealer, untuk berperan aktif partisipasi menekan angka kecelakaan berlalulintas.
 
Demikian diungkapkan Direktur Lalu Lintas (Dir Lanta) Polda Riau, Kombes Pol Guritno Wibowo melalui Kasubdit Regident Dit Lantas Polda Riau, AKBP Abas Basuni, Minggu (20/12).
 
Diterangkan Abas Basuni, angka kematian diakibatkan lakalantas setiap tahunnya tidak pernah menunjukan penurunan drastis. Malah dinyatakan meningkat setiap tahunnya.
 
"Hal ini dibuktikan berdasarkan data resmi yang dirilis WHO (World Health Organization,red) awal November 2015 kemarin, yang menyebutkan, lakalantas menempati urutan kelima penyebab kematian tertinggi penduduk dunia," ungkap Abas Basuni.
 
Secara jumlah kejadiannya, sebut Abas Basuni, WHO mengatakan angka tertinggi lakalantas banyak terjadi di negara-negara berkembang, dimana persoalan transportasi bagaikan benang kusut. Secara global, India menjadi negara yang menempati urutan pertama dalam jumlah kematian terbanyak akibat lakalantas. Sementara Indonesia berada di urutan kelima.
 
"Meski begitu, menurut WHO berdasarkan data Global Status Report on Road Safety-nya merilis kalau Indonesia merupakan negara urutan pertama di dunia yang jumlah lakalantasnya selalu mengalami peningkatan," lanjutnya.
 
Di Indonesia, sebut Abas Basuni, jumlah lakalantas dilaporkan mengalami kenaikan mencapai 80 persen. Jumlah korban tewas akibatnya mencapai 120 jiwa per harinya. Hal ini tidak jauh berbeda dengan Nigeria, yang diklaim 140 jiwa warganya tewas setiap hari akibat lakalantas.
 
Berpijak dari hal tersebut, Indonesia melalui fungsi institusi Polri dengan kompetensi Korp Lalu Lintas (Korlantas) bertekad untuk berperan penuh dalam mewujudkan ketertiban dan keselamatan masyarakat di jalan raya.
 
Diterangkan Abas Basuni, selama tahun 2015 ini jumlah lakalantas yang terjadi di Provinsi Riau dihitung dari Januari hingga Oktober 2015, terjadi sebanyak 1.236 kasus. Adapun jumlah korban meninggal dunia sebanyak 559 orang, luka berat sebanyak 798 orang dan luka ringan sebanyak 1.054 orang.
 
Beruntung pula bagi Riau, yang secara nasional ditunjuk sebagai provinsi pelopor dan percontohan dalam pelaksanaan program Zero Accident yang telah dikampanyekan WHO. Pemerintah menunjuk Direktorat Lalu Lintas (Dit Lantas) Polda Riau untuk menyelenggarakan program tertib lalu lintas dalam bentuk kegiatan berupa pendidikan berkendara yang berkompeten bagi masyarakat Riau.
 
"Secara kesiapan untuk mewujudkan Zero Accident di tahun 2020 yang merupakan program dunia ini, Dit Lantas Polda Riau sangat siap mewujudkannya melalui program dalam bentuk peningkatan pendidikan bagi masyarakat dalam berkendara tertib di jalan raya," tegas Abas Basuni lebih lanjut.
 
"Kita (Riau,red) sudah sejak lama memiliki program kemanusiaan yang berorientasi terhadap peningkatan pendidikan bagi masyarakat dalam mewujudkan ketertiban berkendara di jalan raya. Program ini juga sudah kita presentasikan di Mabes Polri," sambungnya.
 
Untuk itu, lanjutnya, masyarakat juga berhak untuk berperan serta dalam penyelenggaraan program tersebut yang dapat dilaksanakan secara perorangan, kelompok, organisasi profesi, badan usaha atau organisasi kemasyarakatan lain sesuai dengan prinsip keterbukaan dan kemitraan serta dalam pemeliharaan sarana dan prasarana jalan, pengembangan disiplin, etika berlalu lintas dan berpartisipasi dalam pemeliharaan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu kintas dan angkutan jalan.
 
"Dengan adanya program tersebut diharapkan adanya kepedulian dan partisipasi dari segenap pihak seperti produsen kendaraan bermotor atau dealer untuk berperan aktif. Mengenai partisipasi itu juga sudah kita bahas bersama dealer-dealer yang ada di Provinsi Riau. Mudah-mudahan mendapat respon yang baik nantinya," tandas Abas.(dod)

Editor:

Terkini

Terpopuler