Riau Termasuk Provinsi Kekurangan Beras

Senin, 26 Januari 2015 - 08:25 WIB
ILUSTRASI

TELUK KUANTAN (HR)-Stah Ahli Menteri Pertanian Mukti Sardiono menyatakan Riau termasuk provinsi kekurangan beras. Bahkan, sampai saat ini masih disuplai Sumatera Barat.

Padahal, dari persoalan lapangan Riau  memiliki potensi cukup besar di bidang pertanian. Namun potensi ini tidak dilaksanakan secara maksimal.

Agar hal ini tak terjadi, Presiden Joko Widodo menargetkan dalam tiga tahun ke depan Indonesia harus swasembada pangan. Setidak-tidaknya, cukup untuk makan. "Malu kita, yang dulunya orang Thailand mengungsi ke Riau, karena kelaparan, sekarang mereka yang ngasih kita makan," katanya.

Bahkan secara nasional. bertahun-tahun Indonesia diberi makan negara luar. Parahnya, negara yang memberi makan tersebut merupakan anak murid Indonesia. "Kita diberi makan oleh Thailand dan Vietnam. Dulunya, negara ini belajar sama kita bagaimana bercocok tanam. Sekarang, kita yang impor beras dari mereka," ujar Mukti, di Kuansing Pekan lalu.

Jika kondisi ini terus berlanjut, maka nasib bangsa Indonesia akan lebih buruk dimasa yang akan datang. "Sebab, makan saja orang lain yang mengatur, apalagi hal lainnya," katanya.

"Dalam APBN tahun ini, kita memprioritaskan sektor pertanian. Dalam APBN Perubahan nanti, anggaran pertanian jauh lebih besar dibanding murni 2015," ujar Mukti. Untuk itu, pemerintah daerah harus bisa menjawab tantangan tersebut, agar swasembada pangan terwujud.

Pemerintah tidak hanya memfokuskan pada tanaman padi, tapi juga memperhatikan saluran irigasi, mulai jaringan primer sampai tersier. Sebab, yang dibutuhkan petani adalah jaringan tersier. Ia berpesan, agar program perbaikan irigasi bisa berjalan lancar, dinas pertanian dan dinas PU harus bekerjasama. (mg2)

Editor:

Terkini

Terpopuler