Basko: Rakyat Menuntut Perubahan

Rabu, 25 November 2015 - 09:09 WIB
H Boy Lestari Dt Palindih, H Basrizal Koto dan Tuanku Mudo Ismed Ismail salam kompak dalam pertemuan tiga sahabat lama, di Padang, Selasa (24/11).

PADANG (HR)-Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang Riau H Basrizal Koto mengatakan, jika ingin melihat Sumatera Barat berubah dan maju, pemimpin Sumatera Barat harus diganti.
“Tidak ada kata lain. Rakyat menuntut perubahan,

Basko
pemimpin Sumatera Barat harus diganti dengan yang baru,” kata Basko, panggilan akrab Basrizal Koto dalam pertemuan silaturahmi dengan dua sahabat lamanya, H Boy Lestari Dt Palindih dan Tuanku Mudo Ismed Ismail di Padang, Selasa (24/11).
Dalam kesempatan itu, Basko menyatakan keprihatinannya melihat perkembangan Sumatera Barat lima tahun terakhir. “Hampir semua tokoh dan dunsanak-dunsanak kita yang saya temui di rantau menyatakan keprihatinannya melihat perkembangan Sumatera Barat belakangan ini. Pembangunan jalan di tempat, komunikasi dengan pusat dan para perantau rendah, hubungan pemimpin dengan komponen masyarakat di kampung juga kurang. Ini sungguh merisaukan kita,” ujar Basko.
Jika kondisi itu terus dibiarkan, ulas Ketua Saudagar Minang itu, bisa-bisa Sumatera Barat akan jauh tertinggal. Makanya, sekaranglah saatnya untuk menentukan sikap, memilih pemimpin Sumatera Barat yang benar-benar paham dengan adat dan budaya orang Minang. Mencintai yang muda, menghormati sesama, memuliakan yang tua dan mau baiyo-batido dengan semua komponen masyarakat.   
“Sumbar minim sumber daya alam. Daerah ini hanya akan bisa maju apabila semua komponen masyarakat, ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang dan generasi muda, baik yang di kampung dan di rantau dilibatkan dan berpartisipasi aktif membangun ranah yang kita cintai ini. Tugas pemimpinlah menyatukan kekuatan besar ini,” kata Basko.
Dalam Musyawarah Besar IKMR Provinsi Riau dua pekan lampau, IKMR dalam Pilkada Gubernur Sumbar 9 Desember 2015, merekomendasikan untuk mendukung calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut satu, yakni Muslim Kasim-Fauzi Bahar.  
Sependapat dengan Basko, Tuanku Mudo Ismed Ismail, Ketua Umum DPP Syatariyah Sumbar, Riau, Jambi dan Bengkulu menyatakan persetujuannya, bahwa pemimpin Sumbar ke depan, harus diganti dengan tokoh yang peduli dan sudah teruji dalam penerapan nilai-nilai adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah.

H Boy Lestari yang kini bergelar lengkap  Syekh Shahibul Fadillah H Boy Lestari Dt Palindih mengungkapkan kegembiraan dan kebahagiaannya bertemu dengan sahabat-sahabat lamanya ini.
“Saya sudah mengenal Pak Bas sejak tahun 80-90-an dulu. Kami sama-sama berjuang di Kota Padang dengan beliau. Alhamdulillah, atas ridha Allah, Pak Basko kini sudah menjadi orang berhasil dan mau memikirkan dan berbuat untuk kampung halamannya,” kata Dt Palindih.

Banyak cerita lama, suka dan duka antara Basko dan Boy Lestari. Cerita itu muncul lagi dalam cuplikan-cuplikan kenangan silaturahmi, kemarin. “Saya masih ingat, bersama-sama Uda Basril Djabar, kami mendampingi Basko mengurus izin pembangunan Minang Plaza yang kini bernama Basko Grand Mall dan Basko Hotel,” kata Boy Lestari.

Menurut Boy Lestari yang kini Ketua Persatuan Tarbiyah Islamiyah Sumbar, dirinya dengan Basko ibarat kulit dan daging yang tidak bisa dipisahkan. “Meski kami sudah lama tidak berjumpa, hati kami tetap bertaut. Kalau ada orang yang akan menyakiti Basko, maka hadapi saya dulu. Begitu juga sebaliknya, jika ada orang yang akan menyakiti saya, maka Basko pasti akan ada di depan untuk saya,” kata Boy dengan penuh semangat.  

Begitu juga dengan Tuanku Mudo, Boy Lestari punya kenangan tidak terlupakan semasa dia muda di Kota Bukittinggi. “Kami pernah sama-sama tinggal di depan Bioskop Eri Bukittinggi,” katanya. Banyak suka duka yang dilalui. Keduanya tidak pernah membayangkan, jika dalam perjalanan hidup mereka kemudian, akhirnya bertemu dalam posisi hari ini, sebagai pemimpin umat.
“Saya yakin, ini pertemuan yang diatur oleh Allah. Bayangkan, saya dulu kenal dan bersahabat lama dengan Tuanku Mudo Ismet Ismail tanpa diketahui oleh Boy Lestari. Begitu juga saya bersahabat dengan Boy Lestari di Padang tanpa dikenal oleh Tuanku Mudo. Sekarang kami bertemu bertiga dan saling berbagi cerita. Saya bahagia dan bersyukur kepada Allah,” ujar Basko.  (h/mg-len)

 

Editor:

Terkini

Terpopuler