Pantau Lokasi Karlahut dan Motivasi Tim Pemadam

Selasa, 03 November 2015 - 21:42 WIB
Ilustrasi

SELATPANJANG (HR)-Kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Meranti beberapa waktu lalu, tepatnya di Kampung Balak Kecamaan Tebingtinggi Barat dan di Desa Bandul Kecamatan Tasik Putri Puyu sudah dapat diatasi sepenuhnya.

Meski begitu aparat TNI yang tergabung dalam Tim pemadaman api masih berada di lokasi untuk mengantisipasi terjadinya kembali Karlahut tersebut.

Dalam rangka melihat secara langsung kondisi Karlahut di lapangan sekaligus memberikan motivasi terhadap kerja keras anggota TNI di lokasi Karlahut. Kasrem 031/WB turun ke Meranti, Selasa pagi (3/11) kemarin.

Sekira pukul 10.30 Wib, menggunakan Helikopter rombongan Pati TNI AD  yakni Kasrem 031/WB Kol. Czd Inyoman Parwata, Dansatgas PRCPB TNI Kol. Inf. Dendi Suryadi, Kasiopsrem 031/WB Letkol. Inf. Saad Miyanta, Letkol. Psk Sholihin Danyon Paskas, Kabid BPBD Riau Akhyar mendarat di halaman kantor Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti Jl. Dorak Selatpanjang.

Kedatangan Kasrem dan rombongan disambut langsung oleh Asisten II Sekdakab. Meranti Ir Anwar Zainal, Kadis Kehutanan Ir H Mamun Murod, Wakapolres Kepulauan Meranti Kompol. STP Manulang, serta Danramil 04 Tebingtinggi Mayor Bismi Tambunan dan para pejabat di jajaran Pemda Meranti.

Sesampainya di kantor bupati, Kasrem langsung meminta agar digelar rapat koordinasi bersama Asisten II, dan Kadis Kehutanan.

Dalam rapat tersebut Kasrem melakukan pemetaan kondisi Karlahut di Meranti dengan menghimpun semua informasi sekaligus memberikan masukan soal antisipasi Karlahut ke depan. Salah satu solusi yang ditawarkan yakni pembuatan Blocking Kanal di area kebun masyarakat.

Pembuatan Blocking kanal oleh aparat TNI dinilai berhasil melembabkan lahan gambut seperti yang dilakukan di Kalimantan sehingga Karlahut dapat diatasi.

"Blocking Kanal sesuai petunjuk Panglima TNI d ilokasi Karlahut di Kalimantan Oktober lalu. Kepada Damrem dan Dandim yang wilayahnya terjadi Karlahut diminta untuk membuat pola sekat kanal tersebut.

Ketika itu Panglima TNI menunjukan kanal yang telah dibuat Sat TNI AD, sebagai contoh untuk yang akan dibuat masing-masing di wilayah rawan kebakaran," jelas Kasrem dimana pertemuan itu juga dihadiri Pimpinan PT. RAPP dan Sinar Mas.

Lebih jauh dijelaskan Kasrem, dalam pertemuan antara Panglima TNI dan perusahaan disepakati melalui MoU pihak perusahaan dalam hal ini PT. Sinar Mas berjanji akan membantu pembuatan blocking kanal di lahan perkebunan masyarakat.

"Perusahaan berjanji membantu masyarakat membuat kanal di luar lahan konsesi perusahaan, ini tindak lanjut MoU dengan pihak PT. Sinar Mas,"jelasnya lagi.

Rencana yang disepakati melalui MoU antara perusahaan dengan Panglima TNI untuk membuat blocking kanal di kawasan gambut rawan Karlahut, mendapat apresiasi dari Ir. Anwar Zainal dan Kadishut M. Murod.

Menurut Murod pembuatan blocking kanal dan pemadaman langsung di lokasi jauh lebih efektif dibanding bom air lewat udara. "Pemadaman lewat Helicopter tak memberikan dampak signifikan,"sebut Murod.
Namun untuk pembuatan blocking kanal dijelaskan Murod membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Dari penghitungan tim Dinas Kehutanan untuk satu kanal dengan lebar dan kedalaman 3 M membutuhkan biaya 17 juta, dan di seluruh Meranti dibutuhkan 900 pintu klep kanal.

Saat ini dalam upaya pembuatan block kanal di lahan masyarakat, pihak TNI melakui Koramil dan Babinsa tengah melakukan pemetaan. Sehingga pembuatan sekat itu nantinya benar-benar mampu mengatasi Karlahut ke depan.

"Kita menginginkan tidak terjadi lagi kebakaran, sesuai dengan harapan pemerintah saat ini," ujarnya terkait antisipasi Karlahut.

Dalam mengantisipasi Karlahut, diakui Kasrem selain membuat blocking kanal tim gabungan TNI juga akan membuat sumur artesis serta embung (Waduk), sebagai sumber air,”sebut Kasrem lagi.

Usai meninjau Karlahut di Meranti rombongan Kasrem 031/WB langsung bertolak ke Pelalawan untuk meninjau lokasi Karlahut di sana.(jos)

Editor:

Terkini

Terpopuler