GMD: Panwaslu Harus Bertindak

Senin, 02 November 2015 - 21:20 WIB
Ilustrasi

PASIR PENGARAIAN (HR)-Ketua Generasi Muda Demokrat Kabupaten Rokan Hulu, M Fadli, mendesak Komisioner Pengawas Pemilu Kabupaten Rokan Hulu, menindaklanjuti kedatangan Plt Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman ke Sekretariat salah satu pasangan bupati dan wakil bupati yang sedang melakukan kampanye.

Dijelaskan M Fadli, peristiwa ini sudah dikaji dan dilaporkan pada 19 Oktober 2015 lalu.
 
“Dalam surat pemberitahuan tentang laporan yang kita terima menyampaikan berdasarkan hasil pemeriksaan dokumen, saksi, kajian, analisa, dan pleno Komisioner Panwaslu diduga pelanggaran Pilkada.

Justru itu kami meminta agar Panwaslu menindak lanjutinya,” tegas Fadli, Senin (2/11), di Pasir Pengaraian.

Hasil pleno komisioner menyebutkan kunjungan itu merupakan salah satu pelanggaran. Oleh karena itu Panwaslu mengeluarkan surat rekomendasi untuk disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri tanggal 28 Oktober 2015.

Di tempat terpisah, Komisioner Panwaslu Rohul, Gummer Siregar, membidangi Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran mengaku pihaknya sudah menindaklanjuti laporan tersebut.

Salah satunya dengan mengeluarkan surat rekomendasi yang diteruskan ke instansi yang diatasnya (Mendagri) dengan nomor 141-A/Panwas-Rohul/10/2015 perihal penerusan dugaan pelanggaran Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2015.

Surat rekomendasi itu dikeluarkan berdasarkan hasil pemeriksaan dokumen, saksi dan kajian, bahwa kedatangan Plt Gubri ke kantor Sekretariat salah satu paslon adalah pelanggaran. “Laporan yang kita terima sudah kita tindak lanjuti dengan mengeluarkan surat rekomendasi yang diteruskan ke instansi yang diatasnya yakni Mendagri,” singkat Gummer Siregar.

Untuk diketahui, pada 12 Oktober 2015 lalu, Andi melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Rohul atas undangan DPRD Rohul menghadiri acara Rapat Paripurna Istimewa memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-16 Rohul sekitar pukul 14.00 WIB.

Sebelum ke gedung DPRD Rohul, pukul 13.00 WIB Andi mampir lebih dulu di Sekretariat salah satu Paslon untuk mengganti pakaian dinasnya menjadi pakaian Melayu. Namun, saat dirinya mampir, paslon ini sedang melaksanakan kampanye di sana.(tim)

Editor:

Terkini

Terpopuler